Tiga Jam Wiranto Dioperasi

Tiga Jam Wiranto Dioperasi
Tiga Jam Wiranto Dioperasi

JAKARTA – Operasi yang dilakukan tim medis dokter RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, akhirnya selesai dilakukan. Prosesnya memakan waktu sekira tiga jam, atas luka akibat insiden penusukan di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, kemarin (10/10).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan Menko Polhukam selesai menjalani operasi selama tiga jam atas luka akibat insiden penusukan yang menimpanya. “Tadi saya berbicara langsung dengan Dokter Terawan (Kepala RSPAD) yang menangani secara langsung operasi,” kata Pramono usai menjenguk Wiranto.

Ia bersyukur operasi berjalan lancar dan Wiranto saat ini menjalani pemulihan di ruang ICU (Intensive Care Unit) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Namun, Pramono enggan menjelaskan secara detail kondisi Wiranto saat ini karena merupakan kewenangan dari tim dokter dan mereka yang lebih paham. “Kondisinya secara resmi tentunya lebih baik pihak RS yang akan menyampaikan. Namun, yang jelas dari proses 3 jam operasi berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga
Penyerangan Terhadap Wiranto Diduga Terkait Politik

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Wiranto segera sehat dan menjalankan kembali aktivitasnya seperti biasa. “Saya tadi melihat langsung beliau setelah selesai operasi di masukkan ke ICU dan penanganannya oleh RS sangat baik sekali,” kata Pramono.

Sementara itu, Kapolsek Menes Komisaris Polisi Daryanto juga masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih, Serang, Banten. “Kami mengabulkan rujukan ke RS Sari Asih atas kemauan sendiri,” kata Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah, kemarin.

Selama ini, kondisi Kapolsek Menes relatif stabil, meski mengalami beberapa luka akibat penusukan. Kapolsek Menes itu terkena luka penusukan pada bagian belakang dan dada bagian atas.

Sedangkan, Fuad, ajudan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengalami luka pada bagian dada atas sebelah kiri.

Beruntung, kata dia, korban penusukan itu tidak pada bagian jantung. “Kami berharap semua korban penusukan di Alun-alun Menes kembali sembuh,” katanya pula.

Menurut dia, rujukan untuk perawatan Kapolsek Menes itu atas kemauan sendiri sehubungan tempat tinggal berada di Kota Serang, sehingga mudah dikunjungi oleh anggota keluarganya.

Saat ini, kata dia, pasien korban penusukan yang masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Berkah Pandeglang hanya ajudan Wiranto yakni Fuad.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Ia pun berharap Wiranto segera pulih. “Kita doakan kesehatan Bapak Wiranto kembali sehat,” kata Wahidin.

Pihaknya merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Wiranto beserta pengawal dan Kapolsek Menes. “Kami tidak bisa memberikan komentar soal kejadian itu, karena bukan kapasitasnya,” katanya lagi.

Terpisah, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menduga pelaku ada kaitannya dengan lima orang yang ditangkap membawa bom di Bekasi, Jawa Barat beberapa hari lalu.”Ini ada kaitannya dengan lima yang kemarin ditangkap di Bekasi beberapa hari lalu. Yang merencanakan membom,” ujar Budi Gunawan, di RSPAD Gatot Subroto.

Baca Juga
Fitria Diana, Pendiam Namun Sadis

Budi mengatakan BIN sudah memprediksi bahwa menjelang pelantikan (presiden, Red) itu memang ada rencana yang ingin dilakukan oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD), khususnya JAD Bekasi.

Budi melihat arah pergerakan pelaku yang kini menggunakan pisau untuk melakukan aksinya menjelang pelantikan presiden nanti. Namun. Budi belum berpikir JAD akan menggunakan bom.

Budi akan menginstruksikan jajarannya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan adanya rencana susulan yang dilakukan JAD menjelang pelantikan presiden 20 Oktober 2019 nanti.

“Kita akan terus pantau, khususnya pelaku ini. Dalam waktu bersamaan, satuan tugas gabungan dari BIN dan Densus 88 sedang mengembangkan untuk mengambil yang lainnya,” kata Budi.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo belum berpikir akan meningkatkan pengamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden nanti.”Belum, kami belum berpikir ke arah sana,” ujar Tjahjo.

Hal itu, karena Tjahjo meyakini kepolisian akan menumpas semua jaringan yang terkait dengan pelaku itu.”Saya yakin polisi akan mengungkap dengan detail. Karena memang dia tergabung dalam jaringan. Dan sangat terencana sekali,” ujar Tjahjo.

Pelaku penusukan itu diketahui bernama FA, lahir di Brebes, 5 Mei 1998, seperti dalam identitas KTP. FA beralamat di Desa Sitanggal, Brebes, dan di Pandeglang tinggal di Kampung Sawah, Kecamatan Menes. Sedangkan, eksekutor penusukan Wiranto bernama SA alias Abu Rara, lahir di Medan, 24 Agustus 1988. Ia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. (tim/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here