Puluhan Pegawai Rutan dan Rupbasan di Pekalongan Jalani Tes Urine

TES URINE - Pegawai Rutan dan Rupbasan Pekalongan menjalani tes urine di Rutan Kelas IIA Pekalongan, 
TES URINE - Pegawai Rutan dan Rupbasan Pekalongan menjalani tes urine di Rutan Kelas IIA Pekalongan, 

PEKALONGAN- Sebanyak 66 pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pekalongan menjalani tes urine di rutan setempat, Jumat (11/10) pagi.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan Anggit Yongki Setiawan, didampingi Kepala Rupbasan Kota Pekalongan, Slamet Wiryono, menuturkan bahwa pelaksanaan tes urine ini bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang.

Dijelaskan Anggit, dilaksanakannya tes urine ini atas instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI sebagai upaya deteksi dini peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

“Atas instruksi tersebut kami melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai kami di Rutan sebanyak 55 orang bersama pegawai Rupbasan 11 orang. Pemeriksaan ini serentak dilaksanakan di seluruh UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia baik Rutan, Lapas, Bapas maupun Rupbasan,” jelas Anggit.

Diharapkan, adanya tes urine tersebut bisa mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di dalam Rutan ataupun UPT Pemasyarakatan lainnya. “Kami semaksimal mungkin telah melakukan upaya pencegahan agar narkoba tidak dapat masuk ke wilayah kami seperti adanya tes urine ini, sidak secara rutin kepada WBP dan juga memperketat pengawasan di pintu masuk saat ada tamu yang akan berkunjung,” imbuh Anggit.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Batang, AKBP Windarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh UPT Pemasyarakatan di Kota Pekalongan yang telah berinisiatif mengadakan tes urine.

“Selain dilakukan tes urine kami juga berikan penguatan materi sosialisasi kepada mereka agar tidak terlibat dalam penggunaan narkoba. Sebab, narkoba penggunanya saat ini tidak mengenal profesi dan batasan usia, dimanapun dan siapapun dapat menjadi sasaran bandar narkoba,” kata Windarto.

Dari hasil pemeriksaan, disampaikan Windarto, tidak ada satupun pegawai Rutan maupun Rupbasan Pekalongan yang terindikasi memakai narkoba. (way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here