Kota Magelang Juara Kedua Kampung Habitat Jateng 2019

kota habitat
PAPARAN. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina memberikan paparan di hadapan tim penilai Lomba Habitat tahun 2019 tingkat Jawa Tengah, di Kampung Bogeman Wetan, Panjang, Magelang Tengah, September lalu.

MAGELANG SELATAN – Setelah masuk nominasi hingga akhirnya, tim verifikasi Jawa Tengah mengunjungi Kota Magelang dua pekan lalu, ajang Lomba Habitat tahun 2019 berhasil kembali diraih. Kota Sejuta Bunga lolos menjadi juara dua se-Jateng karena mengangkat inovasi Program Kampung Tematik Terpadu dan Hijau (Teduh).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan, jika Kelurahan Panjang, Magelang Tengah, mampu menempati urutan kedua setelah Kota Surakarta. Kota Magelang berada di atas Kabupaten Pekalongan yang mendapatkan juara ketiga.

“Kota Surakarta tetap unggul. Tapi, kita berhasil mengungguli Kabupaten Pekalongan  di urutan ketiga. Lalu juara harapan 1 Kabupaten Banyumas, harapan 2 Kota Tegal, dan harapan 3 Kota Semarang. Ini kerja keras semua pihak, dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Magelang tentunya,” kata perempuan yang akran disapa Dini, Senin (7/10).

Baca Juga
Pria Asal Wonosobo Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto, Purworejo

Dia mengaku bersyukur lantaran program perdana ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari provinsi. Menurutnya, prestasi ini dapat diraih berkat usaha dan perjuangan semua elemen baik organisasi perangkat daerah (OPD) terkait maupun masyarakat.

“Ini bentuk kolaborasi yang harmonis. Saya harap, bentuk kolaborasi pemerintah beserta semua komponen masyarakat ini dapat diterapkan di kawasan-kawasan lain. Khususnya, dalam rangka penataan dan peningkatan kualitas permukiman di Kota Magelang,” katanya.

Dini menyebutkan, atas raihan prestasi ini, Pemkot Magelang akan mendapatkan hadiah berupa program pembangunan infrastruktur senilai Rp750 juta. Adapun pelaksanaannya di tahun 2020 mendatang melalui anggaran Provinsi Jawa Tengah.

“Nanti, infrastruktur yang dibangun sesuai dengan rencana yang tertuang dalam proposal. Tentu ini makin membuat kita terpacu untuk menuntaskan kawasan kumuh hingga nol persen,” tandasnya.

Sebelumnya, inovasi Kampung Teduh yang digagas Pemkot Magelang masuk dalam nominasi Lomba Hari Habitat 2019 tingkat Jawa Tengah pada bulan September lalu. Kelurahan Panjang menjadi proyek percontohan program ini dan sudah dinilai oleh tim penilai.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina saat menerima kedatangan tim menilai mengaku, optimis Kampung Bogeman Wetan, Kelurahan Panjang dapat memberikan prestasi terbaiknya. Sebab, kemandirian dan PHBS masyarakat kampung dan sentuhan dan Pemkot dalam menata kawasan permukiman ini sudah sangat baik.

“Mengubah perilaku masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungannya adalah hasil sinergi masyarakat dengan pemerintah, termasuk dengan Camat dan Lurah, OPD, dan stake holders terkait. Saya harap kampung ini menjadi barometer dan motivasi bagi kelurahan lain dalam menata masalah pemukiman,” jelasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here