Komunitas Wonosobo Muda Bahas Citra Diri di Medsos

Ngangsu Kawruh Bersama Praktisi Muda
KEMBANGKAN. Para peserta Ngangsu Kawruh mengikuti sesi pengembangan diri bertajuk branding bersama praktisi dari Tani Jiwo, 

WONOSOBO – Komunitas Wonosobo Muda (WM) yang banyak menggarap isu tentang kepemudaan, pendidikan, hingga pengembangan karir, belum lama ini menggelar Ngangsu Kawruh Offline bersama seorang  Brand Manager, Novia Puspita Shinta Dewi, di Meeting Room Aroma, Tembelang.

Menurut salah satu anggota komunitas, Agas Nugroho, dari agenda itu para peserta bisa berdiskusi langsung dengan praktisi di bidangnya berdasarkan tema yang diangkat.

“Kali ini membahas tentang bagaimana menemukan passion dan membangun citra diri di era media sosial. Yang menurut kami memang sangat relevan dengan dunia anak muda saat ini, apalagi mereka yang sudah masuk dunia kerja. Apalagi anak muda sekarang butuh inspirasi menemukan passion kita dan  sekarang ada platform social media yang bisa membantu kita mengoptimalkan potensi,” ungkap Agas kemarin (6/10).

Sementara itu, narasumber sekaligus Brand Manager Hostel Tani Jiwo Dieng, Shinta Dewi merupakan praktisi di bidang pengembangan branding melalui sosial media untuk bisnisnya. Dengan jumlah peserta yang dibatasi yakni 20 orang peserta di luar komunitas WM, para peserta diwajibkan mengisi form online.

Baca Juga
Merti Dusun di Kabupaten Magelang, Bukti Bersatunya Warga dengan Pemerintah

“Lewat komunitas WM ini kami banyak mengembangkan potensi bahkan sejak masih kuliah dulu. Selain itu komunitas ini menjadi sebuah ajang positif untuk mengembangkan diri. Bahasan kali ini sangat relevan yakni bagaimana kita membranding diri kita sendiri di era media sosial. Apapun bidang garapan kita seperti pariwisata, pertanian, hingga industri,” ungkap Shinta yang mengantongi gelar sarjana Teknik Perminyakan itu.

Dengan media sosial, dikatakan Shinta, kita juga harus menentukan platform yang tepat untuk menjangkau audiens tersebut dan bagaimana menyusun batasan sesuai branding yang kita buat agar tidak keluar dari karakter.

“Yang terpenting ialah kita harus memahami diri sendiri, apa yang menjadi passion dan keahlian kita supaya kita melakukannya tidak dengan terpaksa, seperti bekerja tapi melakukan hobi.Terus kita juga perlu mengupgrade diri kita supaya tidal bergerak ditempat aja,” ungkapnya.

Dijelaskan Cici selaku panitia penyelenggara, Ngangsu kawruh ialah program upgrading untuk internal Wonosobo Muda yang juga dibuka untuk umum. Berbagai materi sebelumnya juga memang ditujukan untuk kalangan luas, terutama pengguna sosmed.

“Untuk kali ini kami buka untuk umum dan dilaksanakan offline. Supaya ilmunya tidak cuma untuk anggota WM aja tapi juga bisa dikonsumsi khalayak lebih luas. Dengan adanya sharing session ini semoga ada gambaran tentang menyusun branding diri yang baik,” pungkasnya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here