Kenalkan SNI, UM Magelang Undang BSN

UMM
KERJA SAMA. Dekan Fakultas Teknik UM Magelang Yun Arifatul PhD menghadahi kenang-kenangan kepada pihak dari BSN, usai workshop tentang SNI digelar di kampus itu.

MAGELANG SELATAN – Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Industri, Fakultas Teknik UM Magelang dikenalkan dengan mekanisme Standar Nasional Indonesia (SNI) belum lama ini. Pengenalan tersebut diwujudkan lewat workshop bersama denhan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Harapannya adanya acara ini bisa mengenalkan sekaligus menambah wawasan mahasiswa S1 Teknik Industri mengenai hal-hal yang berhubungan dengan SNI,” kata Dekan Fakultas Teknik UM Magelang, Yun Arifatul Fatimah MT PhD.

Workshop yang digelar Aula Rektorat UM Magelang ini, lanjutnya, berupa SNIzen Meet Up. Yun sangat mengapresiasi kegiatan ini terlebih mahasiswa Teknik Industri juga memiliki materi perkuliahan mengenai standardisasi.

“Adanya kegiatan SNIzen Meet Up ini membuat mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan BSN dan mereka bebas menanyakan langsung berkaitan standardisasi,” ujarnya.

Baca Juga
Sewindu Artos Mall Magelang, Seluruh Karyawan Menggelar Tasyukuran Potong Tumpeng

Kepala Bagian Humas BSN, Denny Wahyudi, dalam paparannya menerangkan bahwa Perguruan Tinggi (PT) merupakan salah satu mitra strategis BSN. Sebab, menurutnya PT menjadi tempat generasi milenial berkumpul saling bertukar informasi dengan cepat.

“Kami (BSN) ingin lebih dekat dengan para akademisi, khususnya para mahasiswa UM Magelang. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat membantu BSN dalam menyosialisasikan beberapa program agar sampai ke khalayak ramai,” tandasnya.

Denny juga menjelaskan kepada mahasiswa UM Magelang tentang masalah umum standardisasi, alur sertifikasi, hingga bagaimana standar menjawab kebutuhan untuk masa depan.

“Produk tanpa label standardisasi hanya akan terjual di lingkup kecil saja dan sulit berkembang, berbeda dengan yang sudah berstandarkan nasional, jelas mudah tersebar secara nasional,” ucapnya.

Ia mencontohkan, semisal suatu produk menembus pasar dunia maka standarnya menyesuaikan dengan negara yang akan dituju karena setiap negara memiliki standar yang berbeda.

“Saya harap kaum milenial ini dalam bermedia sosial bisa lebih bermanfaat lagi dengan cara ikut serta menyosialisasikan apa yang didapat dari kegiatan SNIzen Meet Up ke masyarakat luas, khususnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) agar bisa membawa produknya ke pasar nasional atau bahkan sekaliber internasional,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here