Gelar Promo Temanggung, Investasi di Temanggung Meningkat

Iklim Investasi di Temanggung Menggeliat
KUNJUNGI. Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengunjungi stand makanan khas Temanggung dalam gelar Pro Temanggung di Pendopo Pengayoman

TEMANGGUNG – Iklim investasi di Kabupaten Temanggung sejak awal tahun hingga bulan September ini mengalami peningkatan. Peningkatan ini diharapkan bisa berlangsung hingga akhir tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Bagus Pinuntun mengatakan, hingga September pihaknya bisa menarik investasi sebesar Rp300 miliar. Harapannya pada penutupan tahun ini investasi bisa mencapai Rp360 miliar.

“Harapan kami bisa terus meningkat, sehingga geliat investasi di Temanggung bisa semakin meningkat,” harapnya pada ekspo produk bertajuk “Pro Temanggung”, Senin (7/10).

Ia mengatakan, saat ini terjadi peningkatan iklim investasi terutama di sektor riil yang telah mencapai Rp176 miliar. Kalau total investasi yang ada pada kisaran Rp300 miliar.

Baca Juga
Merti Dusun di Kabupaten Magelang, Bukti Bersatunya Warga dengan Pemerintah

Disebutkan, investasi yang ada didominasi pada sektor riil terutama oleh pengusaha dari wilayah Kabupaten Temanggung, seperti industri kopi, batik dan kreatif. Industri tersebut dipacu oleh instansi terkait untuk terus tumbuh dan berkambang, sebab terbukti merekalah yang kuat dan bertahan saat ada krisis.

“Data real ada, pengusaha sudah berizin dan tempatnya ada. Selain itu pelaku usaha juga sangat jelas,” katanya.

Menurutnya menarik investasi besar dari pusat termasuk mudah, yakni jika ada pelonggaran aturan dan disediakan tempat. Namun investasi sangat rentan, sebab bila ada goncangan akan kolaps seperti pada krisis perekonomian beberapa tahun lalu.

“Pengusaha yang tumbuh dari bawah seperti yang ada ini, sangat bagus, tidak rentan dampak sosialnya, dan mereka punya kekuatan,” katanya.

Ia mencontohkan ada sebanyak 190 penguasaha kopi, dengan nilai investasi Rp6 miliar. Hal itu masih dalam pengolahan dasar, bila diolah menjadi bubuk kopi dan dijual dalam wujud minuman, hasilnya akan berlipat dan jelas meningkatkan kesejahteraan pelaku.

“Pelaku industri batik dan industri pariwisata kini terus tumbuh dan berkembang,” katanya

Bagus menuturkan investasi dari bawah ke atas ini yang digeluti masyarakat Temanggung yang menggunakan sumber semaksimal mungkin dari potensi lokal.

“Harapannya semakin banyaknya para pengusaha baik meningkat secara kualitas maupun kuantitas sehingga produk Temanggung nanti sifatnya nasional seperti hilirisasi dari global, banyak pengusaha tidak hanya setor bahan mentah tetapi bahan yang sudah setengah jadi atau bahan jadi,” katanya.

Ia mencontohkan produk-produk kreatif sudah bahan jadi, kopi sudah bisa menjadi bubuk dan bahan kerajinan lain, hal ini dilakukan oleh para pengusaha.

“Jadi petani biar main di budidayanya, tetapi di hilirisasi dimainkan oleh pengusaha. Tidak mungkin semua itu akan mengambil dari hulu sampai hilir, pasti berbagi peran dan tumbuhnya wirausaha muda ini saya kira menjadi icon yang harus kita kembangkan bersama,” katanya.

Wakil Bupati Temanggung Ibnu Heri Wibowo mengatakan, Temanggung selama ini masih sebagai tempat perlintasan, dan tidak dikenal. Pihaknya terus berusaha agar Temanggung menjadi tempat tujuan dan singgah.

“Kami sedang garap potensi Temanggung agar menjadi terkenal dan tujuan wisata,” kata.

Selain itu lanjutnya, pemerintah juga sedang berusaha menggenjot UMKM, dengan harapan produk-produk asli Temanggung bisa semakin dikenal di kalangan luas. (set)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here