Disperpa Dorong Petani Pakai Sistem Air Berselang

petani
SOSIALISASI. Disperpa Kota Magelang mendorong petani di Kelurahan Magelang untuk menerapkan sistem air berselang, terutama pada musim kemarau saat ini.

MAGELANG TENGAH — Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang mendorong petani di Kelurahan Magelang, Magelang Tengah untuk menjalankan pengairan berselang dan Early Warning System (EWS) untuk budidaya padi sawah. Hal ini sebagai upaya tindak lanjut pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT), yang telah memasuki pekan ketujuh.

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, kegiatan diikuti sekitar 25 petani anggota poktan Subur Makmur Magelang, POPT, dan Penyuluh Pertanian se-Kota Magelang.

Ia berharap para petani untuk lebih berdaya saing dan berjaya sebagai pejuang pangan. Menurut dia, seberapapun kontribusinya, petani tetap dibutuhkan di setiap daerah.

“Saya harap petani untuk lebih memperhatikan aspek pengairan dengan pengairan berselang dan pengelolaan hama terpadu secara EWS. Karena kedua faktor sangat penting dalam masa-masa saat ini mengingat tanaman padi memasuki masa kritis (menjelang bunting),”jelasnya.

Baca Juga
Kota Magelang Catatkan “Hatrick” Penghargaan IGA

Sementara itu fasilitator kegiatan, Made Redana memotivasi petani untuk lebih jeli dalam pengamatan terhadap hama dan penyakit. Termasuk memperhatikan pengairan.

“Sebab hal ini dapat menentukan langkah selanjutnya untuk cara pengendalian yang terbaik. Petani juga perlu meningkatkan kewaspadaan secara dini melalui pengamatan rutin terhadap populasi hama dan penyakit pada pertanamannya,” ujarnya.

Terpisah, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya Disperpa Kota Magelang menambahkan bahwa secara teknis pengairan berselang padi sawah dimaksudkan untuk menyeimbangkan ketersediaan suplai oksigen dan air dalam tanah.

“Caranya setelah tanam padi, lahan sawah diairi secukupnyam Kurang lebih 1-2 minggu lahan dibiarkan sampai retak rambut, dan selanjutnya diairi dengan cara yang sama,” paparnya.

Demikian seterusnya hingga tanaman menjelang bunting atau umur sekitar 45 HS Seminggu setelah tanaman bunting, lahan dileb air hingga 2 minggu sebelum panen.

“Sistem ini diyakini mampu menghemat konsumsi air, sehingga sangat bermanfaat untuk musim kemarau seperti saat ini,” paparnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here