Di Temanggung, Bocah 12 Tahun Gantung Diri di Belakang Rumahnya

Bocah 12 Tahun Gantung Diri di Belakang Rumahnya
BERKERUMUN. Sejumlah warga berkerumun di halaman rumah HN, Senin (7/19).

TEMANGGUNG – HN (12), ditemukan meregang nyawa dalam kondisi tergantung di gudang belakang rumahnya, di wilayah Temanggung, Senin (7/10).

Hingga saat ini satuan reserse dan kriminal Polres Temanggung masih menyelidiki alasan anak sekolah dasar ini memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kami masih menyelidiki dan menggali informasi terkait dengan tindakan nekat anak ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin.

Untuk mengungkap kasus ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi dari kelurganya. Selain itu pihaknya juga masih akan menggali informasi dari teman dekat dan tetangga yang bersangkutan.

Menurutnya, HN pertama kali diketahui oleh orangtuanya di gudang belakang rumah. Saat itu HN ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga
Pria Asal Wonosobo Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto, Purworejo

“Kemudian warga melaporkan informasi ini ke petugas kami, dari laporan itu langsung kami tindak lanjuti,” terangnya.

Namun, berdasarkan hasil pengecekan sementara yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas dan Dokes Polres Temanggung, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban.

“Langsung dilakukan outopsi di RSUD Temanggung, setelah itu jenazah akan langsung diserahkan kepada keluarga,” tuturnya.

Meski demikian Alfan pun mengaku masih terus mendalami motif bunuh diri yang dilakukan oleh anak kelas 5 SD tersebut.

Dari informasi yang digali koran ini di sekitar lokasi kejadian, sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, putra pertama Heru Suwartono (39) ini sempat menulis surat wasiat. Dan isi surat wasiat tersebut “Yowes nek pancen bokde ora kenal karo aku tak ngendat alias Mati nang Buri omah, Seko Pinjol” tulis suratnya.

HN selama ini memang tinggal bersama ayah, paman dan ibu tirinya. Sementara sebelum kejadian itu berlangsung, korban itu sendiri sempat dimarahi oleh orangtuanya karena sempat tidak pulang ke rumah saat malam Minggu kemarin.

Korban sendiri dikenal tetangganya sebagai anak yang periang.

“Anaknya itu di dalam kesehariannya baik di masyarakat juga baik,” ucap Sutarno salah satu tetangga korban.

Setiap hari, lanjutnya HN selalu bermain ke tempatnya bersama teman-temannya. Sebelum kejadian tersebut Sutarno sendiri mengaku tidak menukan hal-hal yang aneh pada diri korban.

“Biasa-biasa saja. Dia ini kan tinggal bersama ayahnya. Ayahnya memang telah bercerai dengan ibunya kemudian menikah lagi,” tuturnya. (set) 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here