Brayat Panangkaran Borobudur Didapuk Menjadi Duta Budaya Kabupaten Magelang di PKN Jakarta

brayat
PENTAS. Komunitas Brayat Panangkaran saat pementasan di Candi Borobudur, dengan menampilkan Kisah Prahara Bhumi Shambara.

MAGELANG – Komunitas seni Brayat Panangkaran Borobudur, Kabupaten Magelang didapuk menjadi duta budaya di Pekan Budaya Nasional (PKN) Tahun 2019. Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun 2019 digelar mulai 7-13 Oktober di Jakarta.

PKN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, yaitu menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya, serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

“Pentasnya di Istora Senayan Jakarta Selasa besok (08/10),” kata sesepuh Brayat Panangkaran Borobudur Sucoro, Senin (7/10).

Baca Juga
Merti Dusun di Kabupaten Magelang, Bukti Bersatunya Warga dengan Pemerintah

Menurut Sucoro, Brayat Panangkaran Borobudur, mewakili Propinsi Jawa Tengah bersama kelompok kesenian dari Solo dan Semarang.

Komunitas Brayat Panangkaran, merupakan wadah berekspresi para pelaku seni tradisional di wilayah Karesidenan Kedu yakni Kabupaten Magelang,Temanggung, Purworejo, Kebumen dan Wonosobo.

“Kita akan menampilkan sendratari ‘Kidung Karmawibangga’ bertajuk Prahara Bhumi Shambara,” tutur Sucoro.

Kisah Prahara Bhumi Shambara, merupakan manifestasi dari kisah kerajaan Kanaya sesuai panel relief di Candi Borobudur. Kerajaan itu hancur akibat ambisi perebutan tahta kekuasaan.

“Durasinya 45 menit, dengan jumlah penari dan penggamel 42 orang,” pungkas Sucoro.(cha).

PENTAS. Komunitas Brayat Panangkaran saat pementasan di Candi Borobudur, dengan menampilkan Kisah Prahara Bhumi Shambara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here