Dua Warga Tegal Lari dari Wamena

WAWANCARA - Sholihin dan Trisno saat menceritakan kepada sejumlah awak media tentang pemulangannya dari Wamena ke Tegal, 
WAWANCARA - Sholihin dan Trisno saat menceritakan kepada sejumlah awak media tentang pemulangannya dari Wamena ke Tegal, 

SLAWI – Dua warga Kabupaten Tegal akhirnya berhasil melarikan diri dari kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua. Kedua warga tersebut yakni, Sholihin,45, dan Trisno, 39. Mereka merupakan warga RT 5 RW 1 Dukuh Sempumaja, Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu. Keduanya berprofesi sebagai pedagang martabak sejak 2009 di Wamena.

“Selama 10 tahun saya jualan martabak di sana (Wamena). Tapi baru kali ini ada kerusuhan yang sangat besar. Beruntung saya bisa menyelamatkan diri dan pulang ke kampung halaman,” kata Solihin, saat ditemui di rumahnya, Sabtu malam (5/10).

Menurut Sholihin, untuk bisa pulang ke Tegal, memang tidak mudah. Dia lebih dulu menginap di tempat pengungsian yang dijaga ketat petugas Brimob Polri dan TNI. Di tempat itu, pihaknya tidak bisa pergi kemana-mana. Dia menuturkan, kerusuhan itu berawal saat dirinya sedang berbelanja bahan-bahan martabak di sebuah toko, sepekan silam. Saat melihat kerusuhan itu, Solihin langsung lari dan mencari tempat yang aman.

“Sejak saat itu, kami tidur berpindah-pindah dari tempat aman ke lokasi lainnya,” kisah Sholihin.

Selama tiga hari sejak pecah kerusuhan, dirinya bersama Tresno hanya bisa tinggal di pusat Kota Wamena dengan penjagaan yang sangat ketat. Setelah itu, mereka pindah mengungsi ke Bandara Wamena agar bisa mendapatkan tumpangan evakuasi ke Kota Jayapura dengan Pesawat Hercules.

“Akhirnya, kami pada hari Rabu (2/10) mendapat tumpangan pesawat ke Jayapura. Kita bisa terbang berkat jaminan dari seseorang di Jayapura. Waktu tempuh penerbangan dari Wamena ke Jayapura sekitar 30 menit,” ucapnya.

Setelah sampai di Jayapura, Tresno dan Sholihin baru bisa bernafas lega. Namun, Sholihin mengaku masih ada tiga temannya yang tertinggal di Wamena. Ketiganya merupakan warga Randualas, Slawi, Kabupaten Tegal. Mereka yakni, Prasojo, Wulan dan Cahyo.

“Mereka bertiga terpisah dengan kami pada hari Rabu (2/10) lalu. Kabarnya masih di tempat pengungsian sambil menunggu tiket pesawat. Semoga mereka selamat,” doanya.

Sementara, Trisno menambahkan, setelah sampai di Jayapura, pihaknya langsung membeli tiket pesawat dengan tujuan Jakarta. Mereka mendapat jadwal keberangkatan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada Sabtu pagi (5/10) sekitar pukul 06.00 WIT dari Jayapura.

“Akhirnya, kami berdua sampai Jakarta jam satu siang hari Sabtu (5/10). Lalu, kami lanjutkan naik bus ke Tegal dan tiba di rumah malam hari ini (Sabtu malam). Kalau diingat, betapa mengerikannya kerusuhan di sana (Wamena),” tutur Trisno sedih. (yer/gun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here