Tangani Longsor, Bangun Jembatan

Tangani Longsor, Bangun Jembatan
PENGERJAAN. Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan akhir di jembatan baru untuk menangani jalan longsor yang terjadi di Desa Kaliharjo Kecamatan Kaligesing

KALIGESING – Warga tiga desa di Kecamatan Kaligesing Kabupaten akhirnya dapat bernapas lega. Setelah terbelenggu akses jalan selama 2 tahun karena jalan utama terkena longsor, sebentar lagi mobilitas mereka akan kembali normal.

Longsor yang terjadi pada November 2017 silam memang telah menghilangkan badan jalan kabupaten yang menghubungkan kota Kecamatan Kaligesing dengan 2 desa yakni Desa Somongari dan Desa Hulosobo, serta 1 dusun di Desa Kaliharjo dan SMPN 24 Kaligesing membuat warga dan siswa harus memutar melalui jalan kampung yang sempit.

Baca Juga
24 Produk UMKM Lokal Masuk Toko Modern

Penanganan longsor ini sangat menyulitkan warga serta pelajar. Akses jalan itu menjadi satu-satunya yang terdekat. Karena jika memanfaatkan jalan lain harus memutar 4 kali lipat jauhnya. Tidak segera mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), akhirnya warga bergotong-royong melakukan penanganan darurat.

Warga Hulosobo sekaligus tenaga pengajar di SMPN 24 Purworejo, Sukendar, mengaku warga desa Hulosobo dan Dusun Jeruk Purut Kaliharjo akhirnya melakukan penanganan sendiri dengan membuat tanggul darurat dari karung yang diisini tanah. Ini dilakukan mengingat menjelang Lebaran tahun 2018, dengan alasan jika jalan itu tidak dapat dilewati akan menyulitkan pemudik untuk mencapai rumah mereka.

“Di tahun 2019 awal, barulah ada tindakan dari Pemkab. Dan sekarang sudah mulai bisa digunakan,” tutur Sukendar, Minggu (29/9).

Melihat keberadaan jalan hasil renovasi yang ada memang agak berbeda dengan kondisi semula. Pemkab melakukan pola penanganan berbeda, yakni membuat jembatan baru di lokasi longsoran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Purworejo Suranto mengungkapkan bahwa pihaknya memang memberikan perlakukan berbeda untuk penanganan jalan yang terdampak longsor di Desa Kaliharjo tersebut. Jika dilakukan penanganan dengan memulihkan jalan yang lama dinilai tidak akan efektif karena potensi longsor akan kembali terjadi.

“Toh kalau membuat jalan lagi akan membuat jalan itu agak kedalam dan memanfaatkan tebing milik warga. Jadi diputuskan dengan konsep jembatan,” kata Suranto.

Memilih membuat jembatan di atas jalan yang longsor sudah kedua kalinya dilakukan di Purworejo. Satu lokasi sebelumnya yang dilakukan tindakan serupa ada di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing tahun 2015.

“Kami melihat penanganan dengan rekayasa itu akan lebih efektif dan tidak menggangu tanah milik warga,” ungkapnya. (top)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here