Perang Dagang Mereda, Rupiah Menguat Rp13 Ribuan

Perang Dagang Mereda, Rupiah Menguat Rp13 Ribuan
Grafis Perang Dagang

JAKARTA – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina mulai mereda. Perekonomian dunia akan membaik, termasuk Indonesia. Dampak yang paling dirasakan di Tanah Air adalah menguatnya nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp13.994 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (12/9) sore. Posisi ini menguat 0,47 persen dibanding penutupan pada Rabu (11/9) yakni Rp14.060 per dolar AS.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, meredanya perang dagang AS dan Cina belum akan memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi global.

“Belum berdampak siginifkan terhadap perekonomian global. Pengaruhnya baru sebatas memunculkan risk appetite atau pasar merespon positif di pasar keuangan, termasuk membaiknya nilai tukar rupiah, tapi sifatnya hanya temporer,” ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (12/9).

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim menilai penguatan rupiah lantaran sinyal damai perang dagang di antara AS dan Cina. Kedua negara itu sama-sama menahan diri. AS akan menarik beas masuk untuk barang-barang Cina, sementara Cina bakal menghapus tarif impor pada sejumla barang AS mulai 17 September 2019.

Dia menyebut, Cina telah menghapus 16 produk AS dari pengenaan tarif impor tambahan. Kebijakan Negeri Tirai Bambu itu direspos positif oleh Presiden Donald Trump.

“Hal ini yang meredakan ketegangan antara kedua belah pihak,” ujar, kemarin (12/9).

Terkait langkah Cina itu, Presiden Donald Trump menyatakan akan menarik kembali bea masuk untuk barang-barang Cina selama dua Minggu. Cina memang ingin menyudahi perang dagang di ulang tahunnya yang ke-70 tahun dengan menyepakati kemauan AS.

“Atas permintaan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, dan karena kenyataan bahwa Republik Rakyat Tiongkok akan merayakan Peringatan ke-70 mereka pada tanggal 1 Oktober, kami telah sepakat, sebagai isyarat niat baik, untuk menggerakkan peningkatan Tarif barang senilai 250 Miliar Dolar (25 persen hingga 30 persen), mulai 1 Oktober hingga 15 Oktober, ” tulis Trump dalam tweet.

Akurnya kedua negara itu memberi dampak positif pada perekonomian global. Saham global sebagian besar meningkat, yakni harga saham pada rabu malam waktu setempat ditutup dengan positif di Wall Street. Indeks saham naik di atas 27 poin untuk pertama kalinya dalam enam Minggu.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here