Peminat Trans Jateng Baru 60 Persen

MULAI DIMINATI : Minat masyarakat pada Bus Trans Jateng masih di bawah 100 persen, namun semakin membaik.
MULAI DIMINATI : Minat masyarakat pada Bus Trans Jateng masih di bawah 100 persen, namun semakin membaik.

PURBALINGGA – Hasil evaluasi DPC Organda Kabupaten Purbalingga hingga Maret tahun ini, minat masyarakat pada moda transportasi Bus Rapid Transit (BRT) atau bus TransJateng maksimal baru 60 persen. Bahkan tahun sebelumnya masih pada kisaran 52 persen. Namun itu diklaim lebih baik dari perkiraan Organda yang hanya kisaran 35 persen.
“Artinya, dalam keseharian, jumlah penumpang maksimal terisi 50-60 persen. Bahkan kadang dalam waktu tertentu bisa 70 persen lebih. Hal ini kami sadari dan saat ini semakin membaik,” tutur Ketua DPC Organda Kabupaten Purbalingga, Karyono.
Dirinya juga mengakui, saat ini perbandingan minat saat hari libur dengan hari biasa sudah tidak terlalu jauh. Meski hari biasa tak sampai 60 persen, namun sudah semakin membaik minat penumpangnya.
Kondisi itu ditandai dengan mulai stabilnya penumpang Senin-Jumat. Kemudian pada Sabtu-Minggu jumlah penumpang semakin bertambah. “Masyarakat calon penumpang juga sudah tahu jadwal jam pemberangkatan bus. Sehingga peminatnya semakin banyak untuk kegiatan sehari-hari,” tambahnya.
Karena load faktor juga bagus, di tahun ini akan ditambah dari 6 rit (trayek perjalanan bolak balik, red) sehari menjadi 8 rit sehari. Namun jam operasional juga masih dipertimbangkan ditambah, hingga pukul 8 malam. Hanya saja, belum ada penambahan unit bus.
“Penambahan jam operasional masih harus dikaji lagi. Penambahan bus belum ada karena masih di bawah 100 persen peminatnya,” rincinya.
Terkait realisasi penambahan bus, bisa sampai tahun 2020 atau lebih, menunggu bandara JJBS terealisasi operasionalnya. Hanya saja, saat ini tak ada salahnya, semua persiapan tetap harus dilakukan.
“Penambahan unit juga diwacanakan saat rute kereta api diaktifkan kembali (reaktivasi) jalur Purwokerto-Purbalingga. Namun kita masih menunggunya,” katanya.
Seperti diketahui, untuk mendukung BRT, telah ada lebih dari 20 halte bus atau shelter. Untuk Purbalingga dari Terminal Bukateja hingga Terminal Jompo. Shelter dibagi pada lajur kanan dan kiri Koridor 1 masing-masing lebih dari 10 shelter. (amr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here