Asap Menyeberang ke Negara Tetangga

    Asap Menyeberang ke Negara Tetangga
    Ilustrasi

    JAKARTA – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan lagi-lagi menyebabkan transboundary haze pollution atau polusi lintas batas. Data satelit citra sebaran asap di laman BMKG pada minggu (8/9) pukul 11.00 WIB menunjukkan adanya sejumlah besar asap yang bergerak dari wilayah barat Provinsi Kalimantan Barat menuju ke wilayah Sarawak Malaysia.

    Selain itu, citra BMKG juga memperlihatkan banyak hotspot Karhutla terdapat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat maupun dan Serawak-Malaysia, sehingga transboundary haze tersebut kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla di kedua wilayah tersebut.

    “Asap fluktuatif masuk ke Malaysia. Hanya pukul 11.00 WIB, setelah itu tidak terdeteksi asap lagi.Sedangkan di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia tidak terdeteksi asap lintas batas atau transboundary haze dari Sumatera,” papar Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo kemarin (8/9).

    Agus menyatakan, BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk 6 Provinsi prioritas BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi, dan pemadaman darat, juga dikerahkan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca / hujan buatan.

    Berdasarkan data BMKG, sedikitnya 2.510 titik panas terpantau tersebar di seluruh wilayah ASEAN. Seluruh titik panas tersebut terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4 – 7 September 2019.

    Deputi Bidang Meteorologi, BMKG Mulyono R. Prabowo M.Sc menerangkan jumlah titik panas di ASEAN dalam 4 hari terakhir (4-7 September 2019) cukup fluktuatif dengan kecenderungan semakin bertambah. Pada 4 September 2019 lalu, BMKG memantau terdapat 727 titik panas di seluruh ASEAN, kemudian pada 5 September 2019 jumlah titik panas turun menjadi 516 titik. Tanggal 6 September 2019 titik panas kembali mulai meningkat menjadi 619 titik, kemudian 7 September 2019 menjadi 648 titik.

    “Seluruh titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah negara ASEAN diantaranya Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, Timor Leste dan Thailand,” tuturnya di Jakarta, Minggu (8/9).

    Mulyono mengatakan berdasarkan pantauan Satelit Himawari-8, sebaran asap di wilayah Indonesia terjadi di Provinsi Riau, Jambi, sebagian Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk pantauan asap lintas batas (transboundary haze) tidak terdeteksi sebaran asap dari Wilayah Sumatera ke Semenanjung Malaysia.

    “Tdak seperti yg diberitakan oleh beberapa media asing sebelumnya, berdasarkan pantauan dan analisa data satelit, tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumatera yg melintas ke Semenanjung Malaysia,” imbuhnya.

    Terkait peluang terjadinya hujan, Mulyono menuturkan saat ini sudah teramati terjadi hujan di beberapa wilayah Sumatera, termasuk di Riau. Dalam tiga hari kedepan diprakirakan akan terjadi hujan di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat bag. utara, Kalimantan Utara, dan Papua dengan intensitas ringan hingga sedang. (ful/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here