Diduga untuk Ritual, Makam di Maron Dirusak

Diduga Untuk Kepentingan Ritual, Sebuah Kuburan Di Desa Maron Dirusak
OLAH TKP. Polsek Garung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di area makam yang digali orang tidak dikenal.

WONOSOBO- Sebuah kuburan di Desa Maron Kecamatan Garung gegerkan warga setempat.  Pasalnya makam tersebut dalam posisi terbuka hingga nyaris terlihat jenazah di dalamnya. Di lokasi juga ditemukan dua butir kelapa muda dan gagang sekop yang telah patah.

Kepala Desa Maron, Marji membenarkan adanya peritiwa itu. Pihaknya mengaku perlu meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat luas dan tersebar di media sosial, bahwa adanya pencurian mayat di makam desa yang ia pimpin.

“Perlu kami luruskan informasinya, tidak ada pencurian mayat. Kuburan itu memang dirusak atau digali oleh orang tidak dikenal. Ada lubang, belum ditutup. Masih terbuka. Tapi  jenazah masih utuh di dalam,” katanya.

Menurutnya, informasi soal dugaan adanya pencurian mayat itu diperolah dari warga Maron yang biasanya melakukan ziarah makam pada hari Jumat. Mereka kaget lantaran ada salah satu makam yang dibongkar. Kemudian temuan itu dilaporkan ke pada pihak desa.

“Kami mendapatkan laporan dari warga yang ziarah yang datang ke makam pada Jumat pagi. Lalu secara bersama dengan pihak kepolisian dan koramil dilakukan pemantuan bersama,” ujarnya.

Dijelaskan, setelah dilakukan penelitian bersama, kondisi makam memang berlubang bekas digali. Kemungkinan dilakukan pada malam hari. Di TKP ditemukan dua butir kelapa muda dan gagang sekop yang patah. Pemeriksaan juga dilakukan ke dalam makam bersama ahli waris, tidak ada yang hilang.

“Kami minta tidak perlu di perdebatkan. Tidak ada pencurian mayat. Kami duga ada yang gelar ritual tertentu. Posisi makam sudah kami kembalikan seperti semula, ” katanya.

Berkaitan dengan peritiwa itu, pihaknya mengaku akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di sekitar desa dengan melibatkan pemuda, agar kasus serupa tidak terjadi.

Sementara itu, Polsek Garung sendiri telah menggelar TPTKP  di lokasi pengrusakan makam  almarhum Somedi yang telah meninggal 54 hari lalu. Ditegaskan bahwa tidak ada mayat yang hilang. Hanya ditemukan lubang bekas galian sedalam kira-kira satu meter.(gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here