Wonosobo Jadi Pilot Project SIDesa Jateng

Jadi Pilot Project SIDesa Jateng
SIDESA. Rakor Pengembangan SIDesa Jateng Tahun 2019 se-Kabupaten Wonosobo dimulainya Pilot Project SIDEsa, di Pendopo Belakang 

WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro, menyempurnakan pengembangan SIDesa (Sistem Aplikasi Dashboard) Provinsi Jawa Tengah tahun ini.

Kabid Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jateng, Didi Haryadi pada Rapat Koordinasi Pengembangan SIDesa Jateng Tahun 2019 se Kabupaten Wonosobo di Pendopo Belakang kemarin (28/8) mengatakan, pada dasarnya SID di desa-desa di Jawa Tengah telah berjalan aktif.

“Pemerintah Desa beserta masyarakatnya antusias dalam mengembangkan SID di daerahnya. Banyaknya aplikasi yang beredar di desa menjadi kendala tersendiri bagi proses integrasi data baik secara teknis maupun secara peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi dengan membangun SIDesa Jateng, yakni Aplikasi Dashboard yang merupakan hilirisasi SID di Provinsi Jawa Tengah dengan diujicobakan di Wonosobo. SID di Kabupaten Wonosobodiawali  dengan aplikasi Open Data Keuangan Desa yang dinilai mampu terintegrasi hingga tingkat Kabupaten.

“Wonosobo dipilih karena sampai detik ini, baru kabupaten ini berhasil integrasikan data keuangan desa dengan sistem informasi keuangan desa dengan standar data terbuka, atau Open Data Keuangan Desa. Ini harus dihargai dan diapresiasi dan pengembangan SID di Provinsi Jawa Tengah diprioritaskan pada 3 (tiga) data yaitu data kependudukan, data kemiskinan, dan data keuangan,” imbuhnya.

Pengembangan SIDesa melalui integrasi data yang presisi dengan kondisi faktual di desa yakni dengan menggabungkan atau menyatukan data yang berasal dari sumber yang berbeda dan memungkinkan pengguna untuk melihat kesatuan data.

Kabag Pemerintahan Setda, Tono Prihatono mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Akhirnya perjuangan Wonosobo menegakkan standar data terbuka pada pengelolaan keuangan desa berbasis teknologi informasi mendapatkan apresiasi.

“Ini tentunya akan mendatangkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di Jawa Tengah bahkan dunia. Kami mengimbau desa agar semakin memacu kinerja akuntabilitas keuangannya, karena sekarang progress kinerja keuangan juga dipantau oleh banyak pihak,” tandas Tono.

Sebanyak 180 peserta yang hadir mewakili Sekretaris Desa/ Admin Desa, Kasi Pemerintahan Kecamatan, Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa menyambut baik SIDesa ini. Pada awal November pihak pemerintah provinsi akan melatih 500 orang dari seluruh desa di Wonosobo untuk mengembangkan SIDesa. SIDesa diproyeksi akan menjadi rumah data yang besar dan terus berkembang. (win)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here