Bantu Kelompok Tani Kopi Nyong Bogoran

kopi
SERAHKAN. Ketua tim Hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dari Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Unsiq, Rina Mahmudati menyerahkan alat pengering kopi 

WONOSOBO – Tim Hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dari Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Unsiq memberikan pelatihan pemasaran produk olahan kopi berupa kopi bubuk kepada Kelompok Tani Kopi “Nyong” Dusun Bogoran Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo, Minggu (18/8).

Tim juga memberikan bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengering kopi untuk membantu meningkatkan produktifitas Kelompok Tani Nyong.

Menurut ketua Tim, Rina Mahmudati, mesin pengering kopi tersebut berbahan bakar gas dengan dilengkapi dua sumber api yang berbentuk pipa guna memberikan panas yang merata. Sehingga hasil pengeringan kopi dapat merata disetiap raknya.

“Mesin pengering kopi memiliki kapasitas 5 kg-10 kg yang terbuat dari material plat galvalum. Hasil uji coba proses pengeringan dengan menggunakan mesin pengering kopi menunjukkan bahwa dalam waktu 40 menit – 45 menit dapat menghasilkan biji kopi kering yang mana tingkat kekeringan kopi setara dengan penjemuran secara tradisional dibawah terik matahari selama minimal 10 hari,” ungkap Rina yang merupakan dosen di Prodi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Unsiq Wonosobo.

Dengan adanya bantuan unit mesin pengering kopi diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Bogoran, khususnya Kelompok Tani Nyong untuk meningkatkan produktivitas produksi. Dengan mesin itu juga bisa menghemat waktu, tempat, serta tenaga dalam melakukan rangkaian proses produksi hingga menjadi kopi bubuk siap konsumsi. Hal itu mengingat pengeringan kopi memang membutuhkan waktu yang relative lama ketika mengandalkan panas matahari. Sementara itu pelatihan pemasaran produk kopi bubuk olahan kelompok tani Nyong dibimbing oleh Elvan Kaukab dan diikuti oleh anggota kelompok.

“Terimakasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia TA 2019 atas didanainya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini,” ungkap Rina.  (win)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here