Puluhan Tahun Mengabdi, Guru IGABA Diapresiasi

Guru IGABA Diapresiasi
TALI ASIH - Bunda Paud, Uni Kuslantasih, saat menyerahkan tali asih apresiasi IGABA kepada pendidik yang sudah mengabdi puluhan tahun.

BATANG – Terharu, itulah yang dirasakan Salamah (63), guru TK Aisyiyah Tedunan, Gringsing, saat menerima apresiasi atas dedikasinya mengajar di bawah naungan lembaga Aisyiyah, Rabu (21/8). Perempuan yang dikenal ramah itu pun sempat ingin menangis, ketika secara langsung Bunda Paud Batang, Uni Kuslantasih Wihaji, secara simbolis menyerahkan apresiasi untuknya.

Sudah 39 tahun lebih, Salamah mengabdikan dirinya sebagai guru TK. Loyalitasnya pun tetap ia tunjukkan, meski hanya menerima honor sekitar Rp 300 ribu per bulan.

“Yang paling penting ikhlas, karena itu yang membuat saya bertahan sampai sekarang di TK Aisyiyah Tedunan. Jangan lihat berapa nominal yang kita dapatkan, tapi bagaimana kontribusi dan peran serta kita dalam mencetak generasi bangsa. Saya senang ketika bisa melihat murid-murid saya dulu, sekarang menjadi orang yang sukses dan berakhlak,” terang Salamah.

Tak hanya Salamah, ada 11 guru lainnya yang juga diberikan apresiasi atas dedikasinya mengajar di lembaga pendidikan Aisyiyah. Apresiasi tersebut diberikan dalam peringatan Milad 100 tahun TK Aisyiyah yang digelar Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Batang, Rabu (21/8). Rata-rata para guru itu telah mengajar lebih dari 15 tahun di bawah naungan TK Aisiyah.

Bunda Paud, Uni Kuslantasih Wihaji, mengapresiasi dedikasi yang luar biasa dari guru IGABA. Ia juga mengapresiasi kiprah Aisyiyah dalam mendidik generasi bangsa, tak hanya dari sisi akademik, tapi juga pendidikan agama. Sehingga menjadikan generasi yang cerdas dan juga berakhlak.

“Selamat hari lahir kepada TK Aisyiyah yang ke 100 tahun. Semoga baktinya kepada bangsa dan negara menjadi berkah bagi semua. Saya sebagai bunda paud mengajak semua orang tua, keluarga, pendidik, masyarakat dan pemerintah untuk selalu bersinergi dalam menanamkan nilai keimanan,ketaqwaan, kepancasilaan, dan cinta tanah air. Kita semua harus menjadi teladan yang baik dan benar demi Indonesia baldatun thoyyibatun warabbun ghofur,” harap Uni.

Ketua IGABA Batang, Inayatul Afiyani SPd menjelaskan, apresiasi berupa tali asih mungkin belum sepadan dengan dedikasi dan loyalitas para guru selama ini. Namun, ia berharap apresasi tersebut dapat menjadi wujud penghargaan atas jasa yang diberikan para guru.

“Sejauh ini, pemerintah memang sudah membantu lewat penganggaran Bosda untuk insentif guru paud. Meski begitu, kami berharap ke depan nominalnya dapat terus meningkat dan bisa memberikan semangat kepada para pendidik untuk mengajar dan meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Dalam peringatan milad ke 100 TK Aisiyah itu juga dimeriahkan banyak kegiatan, seperti senam masal, dan aneka lomba untuk siswa yang berada di nauangan TK Aisyiyah. Kegiatan juga diramaikan oleh sekitar 1.500 siswa TK Aisyiyah.

“Di usia yang ke 100 tahun ini, Aisyiyah turut berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak. Untuk prestasi, kami juga bisa bersaing dengan TK atau KB lain. Kami berharap, ke depan TK Aisyiyah semakin maju dan bisa terus berperan dalam mencetak generasi cerdas, dan berakhlak,” harapnya. (nov)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here