Lahan Tanam Kopi Arabika Tambah 230 Hektar

kopi
JEMUR. Sartini salah satu petani kopi sedang menjemur kopi di rumahnya, 

TEMANGGUNG – Luasan tanaman kopi arabika di Temanggung diperkirakan masih bisa terus bertambah. Pasalnya lahan untuk pengembangan atau penambahan masih tersedia.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Untung Prabowo menyebutkan, luasan lahan untuk kopi arabika di tahun ini mendapatkan tambahan seluas 230 hektar dengan asumsi jumlah tanaman kopi per hektar mencapai 1.000 tanaman kopi.

“Untuk luas lahan tanaman kopi masih ada kemungkinan bertambah terus di setiap tahunnya, untuk sementara ini luasan tanam untuk kopi arabika sudah lebih dari ribuan hektar, data pastinya masih kita pastikan lagi,” terang Untung saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Untung, tanaman kopi arabika ini hidup dan tumbuh berkembang diketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Di Temanggung tanaman kopi arabika ini sebagian besar dibudidayakan oleh petani tembakau.

“Jadi sebagian besar kopi arabika ini ada di daerah pegunungan Perahu, Sindoro dan Sumbing. Untuk sementara ini yang paling banyak masih di lereng Gunung Sindoro,” terangnya.

Dikatakannya, semakin bertambah luasnya tanaman kopi arabika ini karena pola tanam yang dilakukan oleh petani yakni dengan pola konservasi. Tanaman kopi arabika dijadikan tanaman konservasi yang bersandingan dengan tanaman tembakau dan holtikultura lainnya.

“Untuk sementara ini memang belum ada kebun kopi arabika yang monokultur, kopi dijadikan tanaman tumpangsari dan konservasi. Namun manfaatnya sudah dirasakan oleh petani, selain menambah penghasilan dari kopi lahan pertanian menjadi lebih terjaga dari erosi,” katanya.

Untung menuturkan, mayoritas petani tembakau saat ini sudah mulai sadar dan mulai membudidayakan kopi arabika. Namun demikian petani tetap mempertahankan tembakau sebagai tanaman utama dari petani.

Hanya saja lanjutnya, saat ini petani sudah mulai tergugah untuk merawat tanah milik mereka. Salah satu caranya yakni dengan menanam kopi arabika di perbatasan lahan mereka.

“Memang masih menggunakan sistem tersiring, tapi saat ini sebagian besar petani sudah mulai tanam kopi di lahan milik mereka,” terangnya.

Menurutnya, luasan lahan kopia arabika ini berbeda dengan kopi robusta. Untuk luas tanaman kopi robusta di Temanggung untuk sementara ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni kisaran 9.000 hingga 9.500 hektar.

“Untuk luasan tanam kopi robusta ini cenderung sama, sebab sudah tidak ada lahan lagi untuk tanaman kopi robusta,” katanya.

Berbeda dengan kopi arabika yang hanya ditanam sebagai tanaman tumpangsari. Mayoritas tanaman kopi ditanam dengan sistem monokultur. Hanya saja di tengah-tengah kebun kopi banyak ditanam pohon naungan.

“Kopi robusta sudah lebih dulu dibudidayakan petani di Temanggung bagian utara, Arabika ini baru kisaran puluhan tahun ini,” tandasnya. (set) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here