Mahasiswa KKN Gelar Seminar Bumdes Diharapkan Mampu Sejahterakan Warga Desa

Mahasiswa KKN Gelar Seminar Bumdes
BERFOTO. Mahasiswa KKN, jajaran Pemerintah Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo dan trainer berfoto bersama usai seminar ekonomi digelar.

PURWOREJO – Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok VII Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI An-Nawawi Purworejo adakan Seminar Ekonomi bertajuk Peran Bumdes dalam Membangun Kemajuan Desa, Sabtu (10/8)akhir pekan lalu di Balai Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo Purworejo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta perwakilan dari Pemerinah Desa, BPD, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan segenap peserta KKN. Hadir sebagai narasumber, Anang Mustofa, salah satu Trainer di Yayasan Pelatihan Desa (YPD) Jambe Mule, Purworejo.

Dalam paparannya, Anang mengatakan bahwa Bumdes merupakan instrumen penting untuk mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Perbub Purworejo Nomor 5 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Bumdes dan Perda Purworejo nomor 13 tahun 2015 tentang tata cara pendirian Bumdes sudah ada.

“Di situ dijelaskan bahwa  Bumdes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh desa. Modal minimal dari desa adalah 60%. Tidak boleh kurang dari itu. Sedangkan modal dari maayarakat desa maksimal 40%,” imbuhnya.

Dalam mekanisme pemilihan atau penggantian pengurus Bumdes, masih menurut Anang, ada dua cara yang bisa ditempuh: melalui seleksi dan atau musyawarah mufakat. “Setelah itu diberi SK oleh pemerintah desa,” jelasnya.

Menanggapi pemaparan narasumber, peserta cukup aktif terlibat dalam diskusi. Ada yang bertanya soal aturan, cara kerja Bumdes, sampai sekadar menunjukkan beberapa potensi desa yang bisa diolah dan dimaksimalkan.

Kepala Desa Kuwurejo Muhamad Amin mengaku sangat terbantu pemahamannya tentang Bumdes dengan adanya seminar ini. “Kita jadi lebih paham, ternyata banyak hal yang bisa dikerjakan,” ungkapnya, usai acara.

Ke depan, ia akan mendorong pengurus Bumdes yang baru untuk bisa bekerja dengan maksimal. “Pertama mungkin kita maksimalkan ATK, kemudian kalau sudah ada dana bisa membeli mesin foto copy. Bisa juga nanti menyediakan bahan baku produksi, seperti tepung. Tapi yang jelas, Bumdes ini jangan sampai mematikan toko atau usaha warga yang sudah ada di desa,” harapnya.

Dian Handika Putra, Ketua Kelompok VII KKN STAIAN Purworejo, berharap dengan adanya seminar ini, potensi desa di Kuwurejo yang merupakan basis home industri makanan ringan ini dapat lebih terangkat.

“Kalau Bumdes bisa berjalan dengan maksimal, kami optimis hal itu dapat meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan warga. Itu yang kami harapkan,” pungkasnya.(adv/luk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here