Hidup Sederhana, Salim Pemilik Bengkel Bubut Tetap Berkurban

Momentum Idul Adha untuk Ikhlas dan Peduli
KURBAN. Salim membawa salah satu sapi yang akan dijadikan kurban bagi warga Kalilawang Sitiharjo

Delapan Sapi 190 Juta, Dibagikan ke Enam Dusun

Berkurban tidak harus menunggu kaya raya, punya mobil mewah dan rumah besar. Salim (50) warga RT 01/RW 02, Dusun Kalilawang Desa Sitiharjo Kecamatan Garung, pada hari raya Idul Adha tahun ini berkurban 8 ekor sapi. Sapi itu dibagi ke 6 dusun di desa tersebut. Apa motivasi bapak tiga anak itu.

AGUS SUPRIYADI, Garung

PAGI ITU, usai salat id, depan rumah Salim tampak ramai. Sejumlah panitia kurban dari enam dusun tampak sumringah. Masing-masing dari mereka menerima sapi dari keluarga salim.

Rumah keluarga Salim di Desa Sitiharjo berukuran kecil, bahkan tembok rumah belum selesai dilepa. Akses menuju rumah tersebut harus masuk gang sempit, yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor saja. Tidak ada halaman luas, depan rumah hanya tersisa ruang satu meter, setelah itu jalan gang kecil.

Di dalam rumah, juga tidak nampak ada perabot mewah, semuanya biasa. Tampilan Salim juga sederhana, biasa saja. Salim bukan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, PNS, atau pengusaha kaya. Dia wiraswasta yang memiliki usaha bengkel bubut di Pantura Kabupaten Batang.

“Sejak 10 tahun lalu saya rutin berkurban satu ekor sapi, untuk tahun ini, saya kurban 8 ekor sapi,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, sapi- sapi tersebut rata-rata memiliki bobot antara 5 sampai 8   kwintal. Dirinnya membeli sapi dari  desa di Kecamatan Kalikajar. Untuk menebus 8 ekor sapi, total uang yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp190 juta lebih.

“Saya beli sapi sekaligus saya sewa tukang jagalnya, untuk mempermudah proses penyembelihan sapi,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak ada motif lain terkait berkurban 8 ekor sapi. Sebab, hal itu sudah menyangkut kepuasan batin dirinya beserta keluarga.

“Ini soal kepuasan batin kami sekeluarga, itu saja,” imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sitiharjo Nurkholis, mengatakan bahwa, Salim tidak ada niat menyebarluaskan jumlah sapi yang dikurbankan pada idul Adha tahun ini, hanya masyarakat luas meminta informasi ini disebarkan untuk memotivasi warga, utamanya generasi muda saat ini.

“Saya sebagai tokoh masyarakat, mantan Kades Sitiharjo, merasa bangga, ada warga yang berkurban 8 ekor sapi, hidup sederhana tapi bahagia dan puas jika bisa berbagi,” katanya.

Menurutnya, Salim bukanlah keluarga kaya raya, yang memilki mobil mewah atau rumah mewah. Bahkan ia tinggal di rumah yang kecil. Namun semangat berkurban sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan setiap tahun berkurban.

“Sejak jadi panitia kurban di desa, sejak sepuluh tahun lalu, saya tahu. Salim selalu  berkurban satu ekor sapi, dan tahun ini 8 ekor sapi,” bebernya.

Pihaknya juga bangga, lantaran Salim tidak ada motif lain, seperti nyalon kepala desa, apalagi nyalon bupati. Dia warga biasa yang giat bekerja dan memiliki usaha bengkel di kabupaten lain.

“Dia dulu bekerja di bengkel, namun sejak 15 tahun lalu, dia keluar dan merintis usaha sendiri,” ucapnya.

Mantan Kades Sitiharjo yang akan dilantik menjadi anggota DPRD Wonosobo itu berharap, apa yang dilakukan oleh Salim, bisa memotivasi dan menjadi contoh bagi warga. Berlomba untuk kebaikan. (*) 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here