SMK YPE Miliki Bengkel Tefa

Kepala SMK YPE
TINJAU. Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo bersama sejumlah tamu undangan meninjau bengkel Tefa usai peresemian, 

PURWOREJO – SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Purworejo kini memiliki Bengkel Teaching Factory (Tefa).  Bengkel servis sepeda motor itu siap menjadi tempat peningkatan kualitas siswa dan guru usai diresmikan pada Kamis (8/8).

Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Tri Yuliyanto SKom, menyebut Bengkel Tefa bertujuan mengenalkan dunia industri kepada siswa.

“Sekolah berupaya meningkatkan kualitas siswa, salah satunya mengenalkan dunia industri kepada anak didik,” sebutnya.

Dijelaskan, Bengkel Tefa merupakan program pemerintah pusat. Sekolah mengajukan bantuan pembuatan sarana servis dan suku cadang sepeda motor selanjutnya menyiapkan gedung untuk bengkel. Dalam program ini SMK YPE Sawunggalih bekerja sama dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) untuk pengelolaan bengkel.

“Kita menerapkan manajemen dan teknik perbengkelan sesuai standar Yamaha,” jelasnya.

SMK YPE Sawunggalih juga telah memiliki kerja sama dengan pihak Yamaha sebelum mendirikan bengkel Tefa. Setelah bengkel edukasi, sekolah menargetkan mendirikan bengkel motor umum yang menjadi unit bisnis SMK YPE Sawunggalih.

Betuknya antara lain sekolah mengirimkan guru untuk magang di Yamaha. Teknisi Yamaha juga diterjunkan ke sekolah untuk mendidik siswa dan guru. Sementara Yamaha membantu satu sepeda motor untuk sarana praktik siswa.

“Sekolah juga akan melakukan sinkronisasi kurikulum dengan modul edukasi yang dimiliki Yamaha. Harapan kami anak lebih kompeten, bukan hanya terserap dunia industri, tetapi juga siap berwirausaha,” ungkapnya.

Koordinator After Sales DDS 3 Yogyakarta PT YIMM Henri Tristianto mengatakan, bengkel Tefa akan menumbuhkan karakter, etos kerja dan kepemimpinan siswa. Keterampilan nonakademik itu sangat dibutuhkan dunia industri.

“Sehingga lulusan SMK bisa bersaing dalam dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah 8 Prihestu mengemukakan, berdirinya Tefa merupakan bagian dari upaya pemerintah merevitalisasi SMK di Indonesia. Nantinya lulusan SMK harus berstandar dan mudah diserap dunia industri atau sukses berwirausaha.

“Maka terlibatlah dunia industri, setiap aplikasi lapangan sektor industri, diajarkan di SMK,” tandasnya. (top)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here