Pedagang Bendera Mulai Menjamur

Bendera
BENDERA. Para pedagang bendera mencoba peruntungan berjualan di Kota Magelang menjelang hari kemerdekaan RI.

MAGELANG UTARA – Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-74 RI, sejumlah jalanan di Kota Magelang mulai dipenuhi pedagang bendera. Mereka tak hanya berasal dari Kota Magelang saja, justru dari luar daerah. Terbanyak para pedagang musiman ini datang dari Garut, Jawa Barat, yang mencari peruntungan di momentum kemerdekaan untuk menjual pernak pernik Agustusan.

Seperti yang dilakukan Anwar (27). Pedagang yang datang dari Garut sejak pertengahan Juli lalu itu mengaku sudah enam tahun berdagang musiman di Kota Magelang. Ia memilih lokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Magelang Utara, lantaran dinilai strategis.

Harga yang ditawarkan Anwar pun bervariatif. Mulai dari Rp15 ribu hingga Rp400 ribu per biji.

”Untuk umbul-umbul paling murah Rp15 ribu, bandir Rp45 ribu, layar background tergantung ukuran mulai Rp200 ribu sampai Rp400 ribu,” katanya, saat ditemui wartawan, Selasa (30/7).

Setiap hari sejak pertengahan Juli lalu, ia menjaja dagangan sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Tak sekadar jualan, rupanya Anwar mengaku sudah mendapatkan izin dari Pemkot Magelang.

”Sudah dapat izin dari Satpol PP, juga masyarakat sekitar. Saya hanya menjualkan karena ada bosnya dari Jawa Barat. Kita di sini (Kota Magelang) rombongan,” ucapnya.

Pedagang yang juga berasal dari Garut, Rizal (23) mengaku berjualan sejak dua pekan lalu di kawasan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang. Dirinya berjualan aneka jenis bendera dan pernak-pernik. Menurutnya, di antara segala pernak pernik Agustusan itu, umbul umbul lah yang paling laris penjualannya.

”Paling banyak umbul-umbul. Saya jual dari harga Rp20 ribu per buah tergantung dari ukurannya. Kalau besar ya semakin mahal,” jelasnya.

Memang, sebaran para pedagang bendera menjelang Agustus ini banyak dijumpai di Kota Magelang sejak dua pekan lalu. Di setiap kecamatan, nyaris ada pedagang bendera yang mencari peruntungan di Kota Sejuta Bunga.

Artikel Menarik Lainnya :  Angka Kematian Covid-19 di Kota Magelang Meningkat, 100 Jenazah Dimakamkan Selama Juli

”Saya sudah lima tahun ini jualan di Kota Magelang. Harapannya tahun ini lebih ramai dari pada tahun 2018 lalu karena relatif sepi,” kata Zikri (20) pedagang bendera yang berlokasi di Jalan Gatot Soebroto, Magelang Selatan ini.

Terpisah salah satu pembeli, Ropi (47) warga Tuguran, Potrobangsan, Magelang Utara ini mengaku sudah menjadi tradisi membeli bendera tiap bulan Agustus. Menurutnya, pemasangan bendera sebagai wujud dirinya menggaungkan sikap patriotisme.

”Sudah seperti kewajiban beli bendera. Saya sengaja beli untuk mengenang jasa para pahlawan, menghormati perjuangan meraka, wujud patriotisme dan turut memeriahkan bulan Agustus ini,” pungkasnya. (wid/nur/dit)