Pokdarwis Jayakatwang Purworejo Peringkat Dua Jateng

Pokdarwis Jayakatwang Purworejo Peringkat Dua Jateng
PENGHARGAAN. Pokdarwis Jayakatwang dan WR Soepratman foto bersama Dinparbud Purworejo dan dewan juri usai menerima penghargaan Jambore tingkat Jateng di Purbalingga, kemarin.

PURWOREJO – Dua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Purworejo sukses meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Jambore Apresiasi dan Konvensi Pokdarwis di Serang Kabupaten Purbalingga, Minggu (28/7). Keduanya yakni Pokdarwis Jayakatwang Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag dan Pokdarwis WR Soepratman Desa Somongari Kecamatan Kaligesing.

Jayakatwang menempati peringkat kedua untuk kategori Apresiasi Pokdarwis dan berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp4 juta. Sementara Pokdarwis WR Soepratman mendapatkan harapan III kategori Konvensi dan berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp1.500.000.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dindikpora) Purworejo Agung Wibowo AP melalui Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi  Dyah Woro Setyaningsih, mengatakan bahwa keberhasilan Jayakatwang memberikan catatan istimewa bagi pembinaan Pokdarwis di Kabupaten Purworejo. Pasalnya, dari 35 kabupaten/kota se- Jawa Tengah, hanya ada 15 Pokdarwis yang dapat berlaga dalam Jambore Pokdarwis yang digelar sejak Jumat (26/7) hingga Minggu (28/7) itu.

“Tahun lalu, Jayakatwang sudah bisa menunjukkan prestasinya dengan menempati peringkat ketiga. Tahun ini lebih baik lagi karena bisa dapat nomor dua,” katanya, Senin (29/7).

Woro menyebut kelimabelas Pokdarwis yang masuk nominasi lomba apresiasi itu diantaranya Pokdarwis Jamalsari dan Pokdarwis Pandanaran (Kota Semarang), Pokdarwis Rukun Santoso, Desa Wisata Lerep (Kabupaten Semarang), dan Gapura Makmur (Kudus). Kemudian Pokdarwis Kelurahan Kauman (Surakarta), Padie Mas dan Guyub Rukun (Boyolali), Nirwana Sunrise (Kabupaten Magelang), Jayakatwang (Purworejo), Mukti Marandesa dan Sumbermadu (Kebumen), Genta Wisata (Cilacap), Cempaka (Kabupaten Tegal), serta Pokdarwis Bombat dan Arumsari (Batang).

“Proses penilaian ini cukup panjang. Dimulai dari Pokdarwis yang mengajukan semacam kuisioner oleh pantia kemudian dilakukan penilaian untuk menentukan siapa saja yang masuk nominasi,” sebutnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hadapi Lonjakan Covid-19, GOR Purworejo Disiapkan untuk Isoman Terpusat

Tim juri turun ke lapangan untuk melakukan penilaian dan pencocokan data ke lapangan. Penilaian ini dilakukan dengan memberitahukan kepada pokdarwis hanya sekitar 2 jam sebelum sampai ke lokasi.

“Kalau tidak siap ya tidak siap ya tidak bisa apa-apa. Jayakatwang secara kelembagaan selama ini memang yang paling siap di Purworejo,” lanjutnya.

Woro berharap prestasi yang diraih Jayakatwang dan WR Soepratman melecut semangat Pokdarwis yang lain untuk melakukan penataan administrasi. Karena hal itu penting juga selain keunggulan destinasi yang dimiliki.

“Destinasi siap dan kelembagaan menjadi kekuatan wisata yang dikembangkan oleh Pokdarwis,” tandasnya. (top)