Pimpin Baveti Jateng, Sigit Siap Terjun ke Daerah

Baveti Jateng
BAVETI JATENG. Ketua Umum Baveti Jawa Tengah, Sigit Widyonindito beserta jajaran pengurus menerima ucapan selamat dari Ketua Baveti Pusat, Theo L Sambuaga usai pengukuhan.

MAGELANG TENGAH – Walikota Magelang, Sigit Widyonindito terpilih menjadi ketua umum Pengurus Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Jawa Tengah masa bhakti 2019-2024. Saat pengukuhan Baveti Jateng, di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Sabtu (27/7) malam lalu, Sigit mengaku siap turun ke daerah-daerah untuk memotivasi dan memberi pelatihan ke atlet-atlet junior.

“Saya prihatin atlet-atlet muda saat ini belum mampu menunjukkan prestasi. Mereka harusnya yang dapat berbicara ke tingkat regional, nasional, maupun internasional, tapi justru tidak bisa berlaga secara regional misalnya ke ASEAN. Tidak seperti dulu,” kata Sigit usai pengukuhan oleh Ketua Baveti Pusat, Theo L Sambuaga.

Dia menyebut nama Yus Tejo, Hardiman hingga Atet Wijono, seharusnya bisa meninspirasi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menorehkan prestasi. Ketiganya merupakan atlet-atlet tenis senior kebanggaan yang pernah mengharumkan nama bangsa hingga tingkat dunia.

Di bawah kepemimpinannya, Sigit akan segera merumuskan program-program kerja Baveti Jawa Tengah 2019-2024. Program kerja yang tidak lain untuk memajukan dan memotivasi agar olahraga tenis kembali berjaya.

”Kita akan ke daerah-daerah memberikan motivasi, pelatihan (coaching clinic), kepada atlet muda agar mereka bisa ikut turnamen tingkat dunia. Termasuk mendorong agar fasilitas olahraga tenis ditambah,” ungkapnya.

Ketua Baveti Pusat, Theo L Sambuaga, menambahkan Baveti merupakan organisasi yang membina prestasi, disamping sebagai wadah komunikasi para atlet senior. Tujuannya membagi serta menularkan pengalaman kepada para junior agar mereka termotivasi untuk beprestasi.

”Kita kerja sama dengan Pelti (Persatuan Tenis Lapangan Indonesia) mengadakan pelatihan-pelatihan untuk atlet muda. Kita ingin berkontribusi untuk olahraga ini,” tutur Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999) itu.

Menurut Theo, meskipun Baveti beranggotakan para petenis yang sudah tidak muda lagi, kisaran usia 40-70 tahun, namun mereka masih memiliki semangat bahkan mengikuti berbagai turnamen tenis veteran tingkat nasional maupun internasional. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Taman Kyai Langgeng Bakal Dijadikan Glamping Isolasi Mandiri