Desa Candi Perkenalkan Robusta Semranti

kopi
CICIPI. Bupati Eko purnomo mencoba kopi Semranti dari dusun Pendekan desa Candi kecamatan Selomerto di Ekspo jagong Budaya desa Plobangan

WONOSOBO – Meskipun baru mengawali keberadaan potensi kopi berjenis Robusta sejak 2010 lalu, salah satu wilayah di kecamatan Selomerto yakni  desa Candi kini memunculkan sebuah brand bernama Kopi Semranti. Menurut petani penggagasnya, Sumiko, sejak panen pertama pada kisaran tahun 2010 dirinya sudah menerapkan petik merah. Namun hingga beberapa tahun berikutnya memang dirinya kerap menjual biji kering. Bahkan di lahan yang hanya di kisaran satu hektar tersebut, dirinya dan keluarganya hanya memulai dengan sekitar 700 pohon.

“Kami namai Kopi Semranti karena memang ditanam di bukit Semranti. Ajaibnya, satu pohon saja pernah bisa menghasilkan sampai sekitar 20 kilogram saat musimnya bagus. Menurut para penyuka kopi, rasa kopi kami cukup unik dan tidak meninggalkan rasa pahit yang berlebihan. Sehingga kami perkenalkan sebagai kopi robusta khas dari Candi, Selomerto,” ungkap Sumiko kemarin (23/7).

Salah satu momentum panen raya kopi Semranti juga sudah dimulai lima tahun lalu dan sejak itu per tahunnya bisa menghasilkan hingga sekitar 5 ton biji ceria tau basah. Setelah diproses dengan natural process, bisa didapatkan hingga satu ton biji kering yang sebelumnya dijual ke para roaster. Namun sejak beberapa tahun lalu dan Sumiko mengikuti pelatihan di Pangalengan Bandung untuk penanaman, perawatan hingga paskapanen kopi, dirinya mantap memroses kopi hingga dikemas dalam ukuran 150 gram.

“Kabar baiknya, tahun ini ada bantuan 2.000 pohon dan untuk lahan sudah kerjasama dengan perhutani blok KPH Kedu Selatan untuk ditanami pada musim penghujan. Harapan kami beberapa tahun mendatang, keberadaan komoditas kopi bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan mungkin nanti bisa dibentuk kelompok,” tutur PJ Kades Candi, Supono.

Artikel Menarik Lainnya :  Berikan Informasi yang Benar, agar Rakyat Patuh PPKM

Jenis yang ditanam ialah Robusta Tugusari yang dinilai akan tumbuh dengan baik dengan kondisi lahan setempat. Selama ini salah satu kesulitan Sumiko adalah pada alat pemrosesan paska panen yang diharapkan bisa segera tercukupi sehingga bisa memroses lebih banyak kopi ketika panen kelak. Untuk satu kemasan 150 gram, Kopi Semranti dihargai Rp25.000 dan diperkenalkan di pameran dalam rangka Jagong budaya kecamatan Selomerto yang diikuti seluruh desa bertempat di lapangan desa Plobangan kemarin (23/7).

“Di sana juga ada pemancingan di kali dekat Semranti dengan tiket Rp15.00 dan dapat secangkir kopi yang harapannya bisa menghidupkan potensi alam dan kopinya. Kami juga mengajak bapak Bupati Eko untuk mencicipi kopi kami di pameran tadi,” ungkap Supono. (win)