Populasi Domba di Temanggung Terbanyak di Jateng

Populasi Terbanyak, Banyak Ekspor Ke Luar Daerah.
DOMBA. Salah satu pedangang asal Jogjakarta sedang menaikkan domba ke mobilnya di Pasar Hewan Kranggan, kemarin.

TEMANGGUNG – Populasi hewan ternak khususnya domba di Temanggung menjadi yang terbanyak di Jawa Tengah, sehingga tidak sedikit domba diekspor ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan domba menjelang Idul Adha 1440 hijriah.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung Entargo Yuti Wardono mengatakan, hingga menjelang perayaan Idul Adha ini tercatat populasi domba di Temanggung mencapai 387.000 domba. Jumlah ini menjadi populasi domba terbanyak di Jawa Tengah.

Oleh karena itu pihaknya, meminta agar masyarakat terutama umat muslim yang akan menjalankan ibadah kurban pada perayaan Idul Adha 1440 H ini tidak terlampau khawatir atau tidak kebagian domba.

“Untuk domba popolasinya paling banyak se provinsi Jawa Tengah, jadi kebutuhan berapapun di Temanggung pasti terpenuhi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Bahkan lanjutnya, domba asal Temanggung banyak diburu oleh pedagang domba dari luar daerah. Biasanya menjelang perayaan Idul Adha seperti ini, pedagang dar Sleman, Bantul dan daerah lainnya di Jogjakarta meluangkan waktunya untuk membeli domba  di Temanggung.

Selain pedagang dari Jogjakarta, tidak sedikit pedagang dari Indramayu, Cirebon dan beberapa daerah lainnya di wilayah barat yang membeli domba Temanggung untuk dijual kembali.

“Mereka mungkin membawa dan menjual domba asli Temanggung untuk memenuhi kebutuhan domba di Jakarta,” ujarnya.

Saat ini katanya, mobilisasi domba dari Temanggung ke luar daerah sudah mulai terlihat di pasar-pasar hewan. Kondisi ini akan semakin ramai ketika semakin mendekati hari raya Idul adha.

“Ini baru permulaan, puncaknya nanti dua pekan hingga sepekan menjelang Idul Adha,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menjaga populasi domba di Temanggung, pihaknya terus memberikan bantuan kepada kelompok ternak di desa-desa. Dalam setahun setidaknya antara 750 hingga 800 domba indukan diberikan.

Artikel Menarik Lainnya :  Nakes dan Relawan Pemulasaraan Jenazah Rawan Tertular Covid-19

“Sekarang kan Temanggung terkenal dengan populasi domba yang banyak, antisipasikan kami berikan bantuan domba yang siap produksi cempe (anak domba),” katanya.

Meskipun populasi domba menjadi yang terbanyak di Jawa tengah, namun untuk populasi sapi masih belum memenuhi kebutuhan. Saat ini populasi sapi di Temanggung hanya berkisar 40.000 ekor saja.

Sedangkan terkait dengan harga tambah Entargo, saat ini harga domba maupun sapi di Pasar Hewan Temanggung sudah menunjukkan kenaikan. Kemungkinan kenaikan harga hewan kurban ini berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per ekor untuk domba sedangkan untuk sapi berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per ekor.

“Tergantung besar dan kecilnya hewan, serta kualitas hewan itu sendiri. Biasanya domba yang sudah siap kurban harganya berkisar Rp2.5 juta hingga Rp3,5 juta. Untuk sapi dari harga Rp18 juta sampai Rp21 juta,” tandasnya.

Sementara itu Budiyono salah satu pedagang domba di Pasar Hewan Saggrahan Kecamatan Kranggan menuturkan, saat ini memang sudah mulai terlihat pedagang dari luar daerah yang membeli domba dari Temanggung.

“Ramainya nanti kalau sudah semakin mendekati Idul Kurban,” tuturnya.

Saat ini katanya harga domba sudah mengalami kenaikan antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per ekor. Kemungkinan harga akan terus naik manakala permintaan semakin banyak. (set)