Kompetisi Bola Voli Tak Pernah Sepi

Kompetisi Bola Voli Tak Pernah Sepi.
KETAT. Laga puncak Turnamen voli Andhika Mandiri Cup berlangsung ketat mempertandingkan 4 klub lokal Purworejo, kemarin malam.

BANYUURIP – Ajang kompetisi bola voli tak pernah sepi dihelat di desa-desa Kabupaten Purworejo. Dalam setiap perhelatannya, kompetisi yang berlangsung hingga beberapa pekan juga selalu menyedot perhatian penonton.

Tim SMKN 4 Juarai Andhika Mandiri Cup

Hal tersebut antara lain terlihat dalam Turnamen Bola Voli Andhika Mandiri Cup 2019 di Lapangan Bola Voli Kelurahan Kledung Karadenan Kecamatan Banyuurip.  Sejak 14 Juni hingga 19 Juli, laga yang mempertandingkan 64 klub lokal itu selalu dibludaki penonton.

“Saya senang, Purworejo sepanjang tahun tak pernah berhenti turnamen bola voli di desa-desa,” kata Pramana SPd, Ketua  Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Purworejo saat menutup Turnamen Andhika Mandiri Cup, Jumat (19/7) malam.

Penilaian senada juga diungkapkan oleh Ketua Kominte Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah. Menurutnya, selalu ramainya kompetisi voli di tingkat desa menjadi indikator bahwa bola voli menjadi olahraga yang paling diminti masyarakat.

“Setiap saya menghadiri turnamen voli, penontonnya pasti tidak pernah sepi. Ini menandai bahwa voli diminati masyarakat,” ungkapnya.

Abdullah berharap, geliat masyarakat untuk menggelar turnamen terus terjaga. Sebagai bentuk apresiainya, KONI bakal memberikan kesempatan kepada Kledung Kradenan menjadi lokasi perhelatan Pekan Olahraga Kabupaten cabang bola voli pada tanggal 1-10 Agustus 2019.

“Pertandingan besok akan mempertemukan klub-klub unggulan perwakilan semua kecamatan. Ini menjadi bentuk dukungan kami bagi pecinta bola voli,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, laga puncak Turnamen Andhika Mandiri Cup berlangsung ketat.  Perebutan juara 3 antara tim Revok Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip melawan Kedung Pucang Kecamatan Bener berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Revok.

Selanjutnya pada babak final yang berlangsung 5 set pertandingan, tim SMKN 4 Purworejo berhasil menumbangkan tim Desa Triwarno Kecamatan Banyuurip dengan skor 3-2.

Artikel Menarik Lainnya :  FIBA Asia Cup 2021 di Jakarta di Tunda Sampai Tahun Depan

Sebagai juara 1, SMKN 4 berhak memboyong trofi tetap dan uang pembinaan senilai Rp5 juta. Berikutnya untuk juara 2-4, uang pembinaan berturut-turut senilai Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta.

Ketua panitia, Bintoro menyebut turnamen dimotori Karang Taruna Andika Mandiri menggandeng PBVSI Purworejo.

“Kita agendakan turnamen ini menjadi ajang tahunan,” sebutnya. (top)