Banyak Pusaka Diterlantarkan Pemiliknya

    Banyak Pusaka Diterlantarkan Pemiliknya
    TUNJUKKAN. Petugas Museum Tosan Aji, Purwanto menunjukkan keris yang dibeli seorang warga dari penjual rongsokan. Sepanjang tahun 2019, MTA melakukan identifikasi benda tosan aji milik warga di Purworejo.

    PURWOREJO – Beragam benda-benda tosan aji seperti keris, tombak maupun pedang ditemukan banyak sekali yang tidak dirawat oleh pemiliknya. Museum Tosan Aji (MTA) Purworejo kemudian turun tangan dengan mendatangi para pemilik dengan cara door to door untuk melakukan identifikasi pusaka tosan aji agar pemilik memiliki pemahaman yang baik mengenai benda tosan aji.

    Terhitung sejak bulan Mei 2019 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, tim dari Museum Tosan Aji Purworejo mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki benda Tosan Aji.

    Museum Turun Tangan Lakukan Identifikasi

    “Dari identifikasi yang ada, tosan aji tertua yang dimiliki masyarakat tercatat sudah berusia 800 tahun yang dibuat di era Kerajaan Pajajaran,” kata Purwanto, salah satu petugas MTA, kemarin.

    Dikatakan, kunjungan ke masyarakat dilakukan secara acak. Ini didasarkan dari informasi yang diterima oleh pihak museum dari anggota Risang Aji, sebuah komunitas pecinta benda tosan aji maupun dari masyarakat umum.

    “Kami tidak mendorong agar mereka menyerahkan benda-benda tosan aji itu untuk diserahkan kepada Museum. Kita hanya mengedukasi saja mengenai keris yang dimiliki. Dan sebagian besar juga tidak paham dengan tosan aji yang mereka miliki,” tambah lelaki yang biasa disapa Ipung ini.

    Lebih jauh Ipung menuturkan jika tosan aji yang dipegang pemiliknya masih disimpan dengan baik, walaupun tidak dilakukan perawatan sebagaimana umumnya. Pihaknya tidak mempermasalahkan, karena setidaknya benda-benda peninggalan cagar budaya itu masih baik.

    “Dalam setiap kunjungan identifikasi sebenarnya sudah bisa langsung dijelaskan mengenai sejarah tosan aji yang dipegang. Setidaknya dibuat tahun berapa dan di era kerajaan apa,” katanya.

    Diungkapkan dari kegiatan tersebut, ada keuntungan yang diperoleh baik untuk museum maupun si pemilik. Bagi museum akan bisa mengukur seberapa banyak benda tosan aji yang ada di tangan masyarakat, sedangkan bagi pemilik akan mengetahui secara detail tentang keris yang dimiliki.

    Artikel Menarik Lainnya :  Heboh, Kambing Berkaki Tiga di Purworejo

    “Kami perkirakan ada ribuan benda tosan aji yang masih di tangan masyarakat. Kita mengajak agar mereka merawat dan mencintai benda tosan aji karena selain benda cagar budaya sekaligus sudah dilindungi oleh Unesco dimana tosan aji untuk keris memang benar-benar milik Indonesia,” tambahnya.

    Pihaknya pun tidak menutup diri bagi masyarakat yang ingin melakukan identifikasi ke Museum. Dia mempersilakan masyarakat untuk datang dan mengetahui mengenai seluk beluk keris dan pola perawatannya. (luk)