Meski Kemarau, Tetap Rutin Bersihkan Batu Candi Ngawen

candi
PERAWATAN. Juru pelihara Candi Ngawen melakukan perawatan rutin menyikat batuan candi membersihkan dari lumut, debu dan jamur.

MUNTILAN – Kendati memasuki musim kemarau, perawatan rutin Candi Ngawen terus dilakukan, agar kondisi batu candi tetap terjaga.

Seperti yang dilakukan Juru Pelihara (Jupel) Candi Ngawen, Mantoro, yang rutin membersihkan batu candi dari gangguan lumut.

“Memasuki musim kemarau dimana hujan sudah jarang turun di Bulan Juli ini pertumbuhan lumut dipermukaan batu jauh berkurang, namun harus tetap rutin dibersihkan dari debu, jamur dan lumut kering,” ucap Mantoro dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Menurut Mantoro, pertumbuhan lumut lebih mudah tumbuh di batu tambahan yang bukan merupakan batu asli candi. Dimana pada zaman dulu, batu candi dipilih dari material pilihan.

“Tidak semuanya batu pada bangunan candi menggunakan batu asli. Karena faktor kerusakan atau tidak ditemukan batu yang asli saat pemugaran sehingga diganti dengan batu tambahan. Material batu tambahan ini berbeda dengan batu yang asli. Dan batu tambahan lebih mudah ditumbuhi lumut, terlebih pada musim hujan,” papar Mantoro.

Candi Ngawen yang terletak di Desa Ngawen Kecamatan Muntilan ini terdapat lima candi yang ditemukan sekitar tahun penemuan 1811. Pemugaran pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1925 hingga 1927, pemugaran selanjutnya pada tahub 2011-2012.

“Diantara lima candi, masih terdapat empat candi yang belum selesai pemugarannya dan masih berbentuk pondasi,” terang Mantoro.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Menilik Program Padat Karya Tunai Dana Desa di Tlogokotes Bagelen