Wujudkan Sanitasi Bersih dan Sehat

Wujudkan Sanitasi Bersih dan Sehat
PAPARAN. Kepala Disperkim Kota Magelang Handini Rahayu saat menyampaikan konsep perencanaan sanitasi dan air minum aman di hadapan kepala kelurahan, camat, dan masyarakat di Hotel Atria, kemarin.

//IUWASH PLUS Gandeng ME//

MAGELANG SELATAN – USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, And Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) menggandeng koran lokal Magelang Ekspres, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sanitasi di wilayah eks-Karesidenan Kedu. Dengan upaya itu diharapkan media massa dapat melakukan advokasi atas isu air bersih dan sanitasi.

“Peran media terutama koran lokal Magelang Ekspres diharapkan bisa mengangkat isu air bersih dan sanitasi layaknya infrastruktur pembangunan. Harapannya, kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan lingkungan pun semakin meningkat,” kata Behavior Change Marketing IUWASH PLUS Jawa Tengah, Edy Triyanto di sela acara Rapat Kerja Pengurus Forum Komunikasi AIr Minum Sanitasi dan Perilaku Higienis, di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (17/7).

Turut hadir pada kesempatatan itu Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu, beserta jaran, camat, dan kepala kelurahan se-Kota Magelang.

Ia berharap lewat keterlibatan media massa, akan mendapatkan pencerahan jika isu air bersih dan sanitasi dijadikan arus utama. Hal ini juga sebagai strategi mewujudkan target 100-0-100 yang mulai dikenalkan Kementerian PU dan ditarget tercapai pada akhir tahun nanti.

“Hasilnya selain meraih target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak, juga muncul kesadaran masyarakat untuk memperhatikan masalah sanitasi dan air bersih,” ujarnya.

IUWASH PLUS sendiri, lanjutnya, sudah menggandeng Pemkot Magelang dalam hal pengentasan masalah sanitasi buruk. Kerja sama sudah berjalan hingga tiga tahun ini.

“Kita punya leading sektor yakni Bappeda, Disperkim, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PDAM, dan lain sebagainya. Hal ini supaya pemerintah turut memberikan target bahwa layanan air minum dan sanitasi haruslah yang sebaik-baiknya,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil dari programnya bukan berbentuk fisik, melainkan upaya pemberdayaan kesadaran warga di Kota Magelang tentang sanitasi dan lingkungan yang baik, sebagai penunjang kesehatan. Menurutnya, diperlukan strategi agar masyarakat termotivasi untuk mengubah perilaku sanitasi bersih.

“Kita terus memberikan pendampingan terhadap institusi pemberi layanan air minum, kerja sama yang diwujudkan ini dengan PDAM Kota Magelang. Kemudian masalah sanitasi, kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Disperkim, supaya rumah-rumah warga memiliki sanitasi yang baik dan higienis,” ungkapnya.

Kepala Disperkim, Handini Rahayu menambahkan bahwa selama ini Pemkot Magelang berkomitmen untuk memberikan layanan di sektor air minum, sanitasi dan perilaku hygiene dapat selalu meningkat seiring dengan air minum dan sanitasi aman. Kemudian juga penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Hasilnya bergantung penuh pada masyarakat. Artinya, jika tingkat partisipasi masyarakat tinggi, maka itu berjalan bersamaan dengan target sanitasi yang baik. Karena itu, kami sepakat untuk menggandeng warga dan juga media massa,” ucapnya.

Ia menjelaskan bersama USAID IUWASH PLUS telah dilakukan pengkajian partisipatif dan pemicuan di seluruh kelurahan di Kota Magelang yang mampu menumbuhkan kesadaran warga berperilaku bersih dan sehat.

“Sekarang sudah terbentuk 10 tim monev partisipatif program WASH yang tersebar di 10 RW dan 5 kelurahan di Kota Magelang. Kami harapkan ke depan jumlahnya akan terus bertambah,” tandasnya.

Menurut Dini, sapaan akrabnya, Focus Group DIscussion (FGD) tentang Mencari Format Mekanisme Keterlibatan Masyarakat untuk Menjaga Keberlangsungan Program Water Sanitation and Gygiene (WASH) telah terjalin sejak Oktober 2018 lalu. Setidaknya, untuk menjalankan program tersebut dibutuhkan 6 organisasi perangkat daerah (OPD). keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, dan media massa.

“Kemudian wadah bersama ini selanjutnya dinamakan Forum Komunikasi Air Minum Sanitasi dan Perilaku Higiene Kota Magelang,” jelasnya.

Sejauh ini, Forum Komunikasi telah bekerja untuk memfasilitasi masyarakat menyelesaikan masalah dalam pengoperasian dan pemeliharaan sarana WASH di masyarakat. Kemudian juga aktif memfasilitasi proses pengkajian partisipatif dan pemicuan di masyarakat.

“Termasuk aktif memfasilitasi masyarakat dalam melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif, pertemuan tertentu, perluasan program WASH, dan memberi edukasi kepada warga soal air minum dan sanitasi aman,” katanya. (wid)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here