Kloter 37 Dilepas, Cahaj Termuda 18 Tahun, Tertua 93

Cahaj Termuda 18 Tahun, Tertua 93
PELEPASAN. Bupati Magelang melepas jamaah Haji Kabupaten Magelang kloter 37 menuju asrama haji Donohudan Solo.

MUNGKID – Sebanyak 261 jamaah calon haji (calhaj) dari Kabupaten Magelang dilepas Bupati Magelang Zaenal Arifin, Rabu (17/7), dari halaman Komplek Pemda Kabupaten Magelang menuju Solo.

Pelepasan jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 37 tersebut dilaksanakan bersama Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, pukul 09.30 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang Fatchur Rochman, mengatakan, terdapat delapan bus yang diberangkatkan menuju asrama Haji Solo.

“Terdapat delapam bus yang berangkat hari ini, dari kloter 37 menuju Solo. Dengan jumlah jamaah calon haji sebanyak 261 orang. Terdiri dari pria sebanyak 123 orang dan wanita sebanyak 138 orang,” terang Fatchur Rochman.

Adapun untuk kloter 38, menurut jadwal akan diberangkatkan pada Kamis (18/7) sekitar pukul 01.30 WIB, menyusul kloter 39 sekitar pukul 04.00 WIB, dan kloter 40 sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara kloter 96 pada Minggu (4/8) dengan waktu masih menyesuaikan.

Terkait pengecekan kesehatan, Fatchur mengatakan ada pengecekan ulang saat jamaah calon haji tiba di Solo.

“Akan dicek lagi apakah semuanya bisa terbang sesuai kloternya atau harus melakukan perawatan terlebih dahulu di asrama haji Donohudan sampai dinyatakan sembuh dan bisa menyusul pada kloter berikutnya,” papar Fatchur.

Dalam musim Haji kali ini di Kabupaten Magelang, terdapat calon jamaah haji termuda dengan umur 18 tahun, yakni atas nama, Sinta Putri Yuliana, warga Dusun Pucang Prayan, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, yang tercatat pada kloter 40.

Sedangkan jamaah haji tertua, atas nama Yamini (93), warga Tular, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, yang ikut pada kloter 96 yang merupakan kloter tambahan.

“Ada perlakuan khusus untuk jamaah Haji tertua, maka nanti harus ada pendamping dari pihak keluarga yang menemani saat pemerikasaan. Karena jamaah tersebut masuk dalam daftar resiko tinggi,” tandas Fatchur.(cha).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here