Akademi Desa Jadi Unggulan

Akademi Desa Jadi Unggulan
PETIK. Kiki Sukirno ketua tim penilai lomba desa tingkat nasional melakukan petik kopi di Desa Giyono Kecamatan Jumo, kemarin

//Desa Giyono Wakili Jateng Lomba Desa Tingkat Nasional//

JUMO – Akademi Desa yang berada di Desa Giyono Kecamatan Jumo Kecamatan Jumo, menjadi program unggulan dalam lomba Desa tingkat Nasional. Desa Giyono sendiri mewakili Jawa Tengah dalam lomba desa yang masuk dalam Regional II.

Kepala Dinpermades Kabupaten Temanggung Agus Sarwono mengklaim, akademi desa yang ada di Desa Giyono ini merupakan satu-satunya akademi desa yang ada di Temanggung bahkan di Jawa Tengah. Dengan akademi desa ini Desa Giyono sudah menjadi jawara tingkat provinsi dalam lomba yang sama.

“Saya belum pernah dengar ada akademi desa di daerah lain, baru di Desa Giyono ini adanya,” terangnya di sela mendampingi tim penlai lomba desa tingkat nasional di desa setempat, kemarin.

Akademi Desa ini lanjutnya, menjadi penampung bagi kegiatan yang ada di desa tersebut, mulai dari pelatihan peternakan hingga pertanian dan pelatian lainnya. Dengan akademi desa ini pemuda bisa semakin mengembangkan desa melalui dunia peternakan, pertanian dan potensi lainnya.

“Sekarang kan tidak sedikit pemuda yang malu menjadi petani atau peternak, dengan adanya akademi desa ini bisa memicu semangat bagi pemuda,” terangnya.

Selain akademi desa kata Agus, masih banyak potensi lainnya di Desa Giyono, antara lain perkebunan kopi, budaya dan potensi lainnya ini. Sehingga Desa Giyono ini berhak mewakil Jateng dalam lomba desa tingkat nasional.

Pihaknya berharap, dengan potensi desa yang lebih dari desa lainnya ini, Desa Giyono menjadi desa yang terbaik dalam regional II lomba desa tingkat nasional ini.

“Harapan kami bisa menjadi nomer satu, sehingga ke depan Desa Giyono bisa semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Temanggung Andalkan Anggaran Pemerintah Pusat untuk Irigasi

Sementara itu Kepala Subdirektorat Evaluasi Perkembangan Desa Wilayah II Kiki Sukirno selaku ketua tim penilai mengatakan, lomba desa dan kelurahan ini di ikuti oleh sejumlah desa yang ada dan mewakili setiap provinsi yang ada di Indonesia.

“Desa Giyono ini menjadi salah satu desa yang ikut dalam lomba Desa yang masuk dalam regional II,” terangnya.

Saat ini dirinya beserta tim penilai lainnya sedang melakukan klarifikasi ke desa-desa yang mewakili Provinsinya masing-masing dalam lomba desa dan kelurahan tingkat nasional ini.

“Sebelumnya Desa Giyono ini kan sudah mengajukan materi, berkas, vidio dan berkas lainnya untuk mengikuti perlombaan ini, nah kemudian saat ini kami bersama tim penilai melakukan klarifikasi langsung ke desa untuk melihat kenyataanya. Apakah yang ada di materi yang diajukan itu memang benar-benar ada di Desa atau tidak,” terangnya.

Ia mengaku pihaknya belum bisa mengatakan, bahwa Desa Giyono ini menjadi juwara, sebab penlaian dalam lomba ini baru di lakukan di dua tempat.

“Baru di Tanggerang dan Temanggung ini, masih ada desa lainnya yang ikut dalam lomba ini, tentunya yang ada di regional dua yakni di pulau Jawa dan Bali,” katanya.(Set)