Pengrajin Keranjang Mulai Banjir Order

Pengrajin Keranjang Mulai Banjir Order
KERANJANG.  Salah satu pengrajin keranjang di Desa Traji Kecamatan Parakan sedang membuat keranjang tembakau.

TEMANGGUNG – Pengrajin keranjang tembakau di Desa Traji Kecamatan Parakan mulai memproduksi keranjang, meskipun saat ini harga dasar dan pelepah pisang sudah sangat tinggi.

Parman (32) salah satu pengrajin keranjang di desa setempat menuturkan, menjelang panen raya tembakau 2019 ini, harga dasar keranjang dan pelepah pisang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, padahal permintaan keranjang dari petani belum pasti.

Saat ini harga keranjang bambu dari perajin sudah Rp75.000 per kepok (isi dua keranjang). Harga ini naik dari harga saat menjelang panen raya 2018 lalu.

“Tahun lalu harganya paling tinggi hanya Rp50 ribu untuk awal dan saat permintaan semakin tinggi harganya memang naik tapi hanya Rp70 ribu saja, itupun sudah yang kualitas bagus,” katanya.

Sedangkan untuk harga pelepah pisang lanjutnya, saat ini per lembar pelepah pisang harganya sudah mencapai Rp1.000, padahal di tahun sebelumnya harganya hanya Rp500 hingga Rp800 per lembar. Harga bahan dasar untuk keranjang tembakau saat ini memang jauh lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.

“Saya ambil keranjang bambu dan pelepah pisang dari pengepul, jadi memang harganya sudah cukup mahal. Kalau dari pengrajin langsung saya kurang tahu,” terangnya.

Menurutnya, tingginya harga bahan dasar ini memaksa pengrajin keranjang tembakau juga harus menaikkan harga jual keranjang. Dalam satu kepok (isi dua keranjang) harga di awal panen raya mendatang sudah bisa mencapai Rp150 ribu. Harga ini sudah disesuaikan dengan ongkos produksi pembuatan keranjang tembakau.

“Terpaksa untuk awal panen raya ini harganya sudah sampai Rp150 ribu, bahkan sudah ada yang jual Rp180 ribu. Sebab jika tidak dijual dengan harga ini pengrajin akan merugi,” katanya.

Harga ini katanya, akan semakin naik ketika memasuki puncak panen raya tembakau mendatang. Diperkirakan harga keranjang bisa mencapai Rp250 ribu bahkan lebih, jika permintaan dari petani tembakau mulai banyak.

“Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya seperti itu saat puncak panen raya biasanya harga keranjang tembakau juga akan naik, tapi kenaikannya juga mengikuti harga jual tembakau,” katanya.

Senada juga disampaikan Yanto pengrajin lainnya. Menurutnya dalam sehari paling banyak satu pengrajin keranjang hanya mampu membuat 3 sampai 5 keranjang, itu pun jika bahan baku sudah siap.

Namun jika tidak, dalam sehari paling banyak hanya memproduksi tiga kepok keranjang saja. Sebab membuat keranjang tembakau seperti ini memang butuh ketelitian.

“Memang keranjangnya sudah siap, tapi untuk pelepah pisangnya kan harus melewati beberapa tahapan agar pelepah pisang bisa langsung digunakan,” katanya.

Ia menambahkan,  puncak penjualan keranjang tembakau ini biasanya terjadi pada bulan Agustus September, di mana pada bulan tersebut petani juga sedang memasuki puncak panen raya.

“Bulan Juli pengrajin biasanya sudah mulai memproduksi keranjang, jika permintaan tinggi maka pembuatan keranjang tembakau ini bisa sampai bulan September,” katanya. (set)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here