Listrik Padam, PDAM Nombok Rp1 Juta Per Jam

    Pipa PDAM pecah
    PECAH. Pipa berukuran besar milik PDAM Kota Magelang terbelah menjadi dua karena ”water hammer” pascalistrik padam, beberapa waktu lalu di Magelang Selatan.

    MAGELANG TENGAH – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang terpaksa mengeluarkan Rp1.020.000 per jam jika listrik padam. Dana sebesar itu untuk pembelian dexlite sebagai bahan bakar pompa air di dua tempat penampungan air PDAM untuk menyuplai air ke pelanggan.

    Direktur PDAM Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho mengatakan banyaknya solar yang dibeli dengan harga nonsubsidi atau harga industri sekitar Rp10 ribu per liter. Karena bila listrik PLN padam, ada dua genset besar yang harus dioperasikan. Genset tersebut berfungsi mendorong air baku masuk ke bak penampungan hingga ke pipa-pipa pelanggan. ”Kita punya dua pompa berada di Tuk Kanoman dan Tuk Pecah yang membutuhkan tenaga listrik sebagai pendorong air. Kalau itu mati, harus pakai genset dan tiap jamnya habis 50 liter dexlite,” kata Muh Haryo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/7).

    Tidak hanya masalah bahan bakar yang harus dikeluarkan dari dana operasional, PDAM juga akan semakin dirugikan bila listrik PLN dipadamkan tanpa adanya pemberitahuan. Sebab, jika demikian maka potensi terjadi ”water hammer” kian besar.

    Ia menjelaskan, water hammer terjadi bila kecepatan aliran massa air di dalam saluran pipa dikurangi atau dihentikan sama sekali, lalu akan timbul kenaikan tekanan di dalam pipa tersebut. Tekanan ini terjadi karena adanya kejutan aliran akibat perubahan energi kinetis massa air yang mengalir menjadi energi regangan. ”Jadi semacam ada benturan tekanan berton-ton antara air dari pompa, lalu tekanan air yang kembali pascalistrik padam. Dua jenis itu kemudian bertabrakan sehingga menyebabkan water hammer. Salah satu akibat dari water hammer, bisa memecahkan pipa tebal sekalipun,” katanya.

    Fenomena water hammer sendiri, kata Haryo, baru-baru ini terjadi di salah satu pipa di Magelang Selatan. Genset dinyalakan setelah beberapa menit listrik PLN padam. Kejadian ini membuat pipa sepanjang 5 meter dan ketebalan 2 inch terbelah menjadi dua bagian.

    ”Kenaikan tekanan yang menimbulkan kompresi pada dinding saluran pipa dapat menyebabkan saluran pipa pecah. Ini terjadi, sehingga aliran ke pelanggan sempat terhambat, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

    Kabag Teknik PDAM Kota Magelang, Suroso menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada PLN agar melayangkan pemberitahuan jika akan ada pemadaman listrik. Sebab jika tidak, maka pontesi water hammer bisa saja terjadi.”Kalau ada pemberitahuan, kita bisa mempersiapkan sebelumnya. Misal pengumuman pemadaman pukul 09.00 pagi, maka kurang 15 menit, petugas kami sudah standby di sana, sembari memanaskan mesin genset. Begitu kurang beberapa menit dipadamkan listrik PLN, listrik dari genset sudah dipersiapkan. Jadi tidak ada jeda di sana, karena pompa tidak berhenti,” paparnya. (wid)

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here