Tanaman Kopi Diserang Semut dan Jamur

kopi siap panen rusak
RUSAK. Buah kopi siap panen rusak diserang semut dan jamur. 

TEMANGGUNG – Panen raya kopi tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup banyak. Tanaman kopi milik petani di Dusun Kluwung Desa Kemiri Ombo Kecamatan Gemawang diserang semut dan hama jamur upas (racun).

Kendati demikian, meski tidak sedikit tanaman yang diserang semut, namun kualitas kopi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebab cuaca sepanjang tahun ini sangat mendukung untuk pertumbuhan kopi.

“Memang kalau hasil panennya kemungkinan menurun, tapi untuk kualitas sangat bagus. Maka dari itu kami berupaya keras agar serangan semut bisa dicegah,” ungkap Munawar, salah satu petani kopi di desa tersebut, kemarin.

Munawar mengatakan, penurunan hasil panen kopi tahun ini diprediksi bisa mencapai 50 persen.

“Ini karena pada tahun lalu, setelah panen kopi curah hujan kurang, jadi bunga kopi tidak mekar semua. Kemudian tanaman kopi juga diserang semut galing yang memakan akar pohon, sehingga pohon mati,” ujarnya.

Tak hanya itu, lahan tanaman kopi petani juga ada yang terserang jamur upas yang menyerang pada batang pohon, sehingga pohon tidak sehat, kemudian mati. Dari seluruh lahan perkebunan kopi yang dikelolanya, tahun lalu total keseluruhan hasil panen mendapatkan sekitar 5 ton. Itupun belum bersih, karena masih kopi glondongan.

Untuk hama yang menjadi kendala petani selain semut hitam yang hinggap membuat sarang di dahan pohon kopi, juga ada hama semut merah yang warga menyebutnya semut galing.

“Memang bukan semut hitam saja yang menjadi kendala, tapi juga adanya semut merah. Masyarakat sekitar lebih akrab dengan sebutan semut galing. Semut itu berwarna kemerahan dan biasanya berada di dalam tanah, kemudian menyerang akar pohon kopi khususnya yang masih usia muda, sehingga pohon kopi akan mengering dan mati,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Latihan untuk Tanding Esports Lebih Aman dengan Kapasitas Baterai 4.500mAh

Dijelaskan, serangan hama semut galing pada tanaman kopi sudah lama. Namun demikian, meskipun sudah ada pengecekan dari pihak pertanian, hingga saat ini belum ada solusi untuk mengatasi semut galing tersebut.

“Upaya yang dilakukan, beberapa petani melakukan pengerukan tanah di sekeliling pohon dengan harapan saat terjadi hujan akan menimbulkan genangan kemudian semut akan pergi,” ujarnya.

Namun demikian, upaya tersebut hanya bertahan tidak lama. Saat air yang ada pada bagian sekitar akar yang digali mengering, semut galing yang koloninya juga sangat banyak akan kembali ke pohon dan memakan akar pohon kopi. Cara itu sudah dilakukan, namun belum memberikan dampak yang signifikan. Karena memang, semut galing biasanya akan kembali lagi.

Senada Agus petani kopi lain mengatakan, memang jamur upas juga menjadi salah satu penyebab matinya pohon kopi. Jika salah satu pohon terserang jamur upas itu, maka bisa dipastikan akan mati, karena sampai saat ini belum diketahui pasti obatnya untuk membasmi jamur upas.

“Ya kira-kira tanaman yang terkena jamur upas ada sekitar 10 persen kurang lebih,” ujarnya. (set)