Pendaki Diperiksa Ketat

Jalur Pendakian Alang-alang Sewu Makin Ramai
RAMAI. Di hari-hari biasa pun basecamp jalur pendakian Alang-alang sewu Gunung Sindoro Jalur Desa Reco Kertek tetap ramai. 

//Jalur Pendakian Alang-alang Sewu Makin Ramai//

WONOSOBO – Salah satu jalur pendakian Gunung Sindoro di kawasan Kabupaten Wonosobo, yakni Alang-alang Sewu yang baru dibuka sekitar 2 tahun lalu kini kian ramai. Menurut Florantinus Andika, salah satu penjaga basecamp Pajero Alang-alang Sewu di Dusun Anggrunggondok Desa Reco Kecamatan Kertek, pada musim liburan lalu, jumlah pendaki dalam sebulan bisa mencapai hingga 1.000 orang.

“Kalau tahun lalu rata-rata 10-an pendaki per harinya tapi sekarang rata-rata sampai 20 orang. Kadang ada tiga rombongan di malam minggu atau malam hari libur. Tapi tetap kami arahkan untuk naik di pagi hari atau siang hari karena lebih aman,” ungkapnya kemarin (5/7).

Di basecamp Pajero Reco, disediakan berbagai fasilitas yang terhitung lengkap. Mulai tempat istirahat, kamar mandi, hingga koneksi internet via Wifi yang memudahkan mereka untuk online. Berbagai aturan ketat juga diprtahankan untuk keamanan lereng Sindoro.

“Apalagi sekarang kan musim kering atau kemarau. Jadi kami perketat untuk aturan menyalakan api hanya seperlunya saja atau kecil saja. Tidak boleh api unggun apalagi membawa kembang api. Acaman kebakaran cukup serius dan bisa fatal. Ada juga aturan baku tidak boleh membawa senjata tajam selain pisau survivor dan juga wajib membawa senter dan mantol karena untuk keselamatan pendaki juga. Jika sewaktu-waktu hujan,” ungkapnya.

Berbagai peralatan yang dibawa pendaki akan diperiksa dan sangat dilarang membawa tisu basah yang sangat mencemari lingkungan. Pemberlakuan dengan cek barang bawaan juga nantinya untuk mengontrol sampah yang wajib dibawa turun pendaki. Selain itu jalur tersebut ditutup pada Rabu Wage dan sudah menjadi ketetapan yang tidak bisa diubah.

“Dulu pas ada kebakaran hutan banyak babi yang turun ke lahan warga. Sehingga pendaki juga kami berikan peringatan. Di jalur ini cukup istimewa karena ada mata air di dekat pos dua atau tuk Maringgo. Jaraknya juga sekitar 7 kilometer dan bisa dijangkau sekitar 3-4 jam, cukup bersahabat bagi pemula juga,” tutur salah satu pendaki Ari Rohman asal Banyumas. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Ini yang Bikin Gamer Nyaman Pakai Samsung Galaxy S20 FE