Kerugian Ditaksir Rp170 Juta

6 Hektare Lahan Kentang Terdampak Bun Upas
TERDAMPAK. Beberapa lahan pertanian kentang di Dieng Wetan terdampak Bun Upas dan merugikan petani hingga ratusan juta rupiah. Foto ist.

//6 Hektare Lahan Kentang Terdampak Bun Upas/

WONOSOBO –  Keberadaan bun upas atau embun beku yang datang di musim kemarau berimbas negatif bagi pertanian di kawasan Dieng. Bahkan lahan pertanian kentang seluas enam hektare milik petani di Dieng rusak akibat terpapar bun upas selama lebih dari sepekan terakhir.

Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) mencatat hanya beberapa lahan di wilayah di kawasan Dieng Wetan yang terdampak suhu dingin yang menyebabkan tanaman kentang layu, pasca terkena embun upas.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dispaperkan Wonosobo, Sidik Widagdo mengungkapkan, dampak kerusakan embun es atau bun upas di wilayah Kecamatan Kejajar, terjadi pada komoditas kentang dengan gejala berupa pucuk tanaman hangus seperti terbakar. Kejadian embun es biasanya berdampak pada tanaman kentang dengan usia muda.

“Dari hasil pantauan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Kejajar di lapangan, lahan pertanian yang terdampak di wilayah Desa Dieng Wetan berada di sekitar lapangan atau belakang masjid Dieng Wetan. Kondisi tanaman rusak terdampak embun es enam hektare dengan intensitas sedang. Kondisi masih sama, luasan dan kondisi tidak meluas,” tuturnya.

Lokasi lahan pertanian yang terdampak berada di perbatasan lahan pertanian di Kabupaten Banjarnegara, yang lokasinya sering mengalami banyak kerusakan. Atas kerusakan enam hektare lahan pertanian kentang petani di Desa Dieng Wetan, pihaknya mencatat kerugian ditaksir mencapai Rp170 Juta.

“Rata-rata petani sudah menyiapkan tanaman pada usia 60 hari ke atas, apabila memasuki bulan Agustus. Bulan depan dari dinas akan ada pemasangan termometer di lokasi lahan petani. Diharapkan nanti petani bisa melihat data suhu harian malam dan dini hari. Di lahan keamanan kita serahkan pemilik lahan yang ketempatan. Kita akan coba lima dulu,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Menilik Program Padat Karya Tunai Dana Desa di Tlogokotes Bagelen

Antisipasi untuk serangan bun upas dilakukan penyiraman yakni untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kerusakan akibat embun es. Selain itu juga dengan naungan paranet, dahan bambu gendani, alang-alang dan lainnya sebagai antisipasi muncul kembali embun es. Mengingat embun es merupakan fenomena alam yang terjadi akibat suhu udara dalam waktu relatif singkat, turun di bawah nol derajat celsius.

Kondisi ini menyebabkan cairan dalam tubuh tanaman membeku, menyebabkan sel-sel tanaman pecah. Gejala yang nampak, tanaman kentang layu seluruh tanamanya. Secara ilmiah, kasus tersebut disebut “Frost”, petani Dieng menyebutnya bun upas karena embun yang berwarna putih seperti kapas dan mematikan tanaman dan terjadi sekitar bulan Juli hingga Agustus tiap tahunnya. (win)