Dishub Cek Kesiapan PO Jelang Arus Mudik

Dishub Cek Kesiapan PO Jelang Arus Mudik
CEK. Dishub Kota Magelang melakukan pemeriksaan kesiapan PO di wilayah setempat, menjelang arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, kemarin.

MAGELANG SELATAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang memeriksa puluhan bus di empat perusahaan otobus (PO) yang ada di wilayah setempat, kemarin. Hal ini guna memastikan kesiapan bus yang akan digunakan sebagai angkutan mudik Lebaran.

Kepala Dishub Kota Magelang, Suryantoro mengatakan, pemeriksaan bus sudah dilakukan pada Rabu-Kamis (22-23/5) lalu. Petugas pengujian mendatangi satu per satu PO yang ada, yakni PO Handoyo, PO Santoso, PO Sumber Waras, dan PO Maju Makmur.

Petugas mengecek kondisi fisik kendaraan, seperti rem, ban, kemudi, lampu-lampu, apar (alat pemadam api ringan) atau alat tanggap darurat, dan lainnya. Cek juga administrasi, seperti izin trayek dan kelengkapan surat kendaraan, termasuk SIM pengemudi,” katanya di kantornya, Senin (27/5).

Menurutnya, pihaknya sempat melakukan pengecekan dua kali. Pertama dilakukan saat mendatangi garasi masing-masing dan kedua dilakukan saat bersamaan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah di Terminal Tidar.

“Sekitar 50 bus kita cek dan mayoritas siap digunakan untuk armada mudik. Meski ada beberapa yang masih tahap perbaikan, tapi dipastikan siap untuk mengangkut pemudik. Rata-rata bus yang untuk mudik berusia muda dan berkategori bus pariwisata, selain juga bus AKAP,” katanya.

Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Magelang, Ridho Mustofa menambahkan, jumlah armada di tiap garasi memang banyak, tapi tidak semua digunakan untuk angkutan mudik Lebaran. Hal ini menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan di lapangan.

“PO Handoyo total punya 130-an bus, PO Santoso 30an armada, PO Sumber Waras 20-an armada, dan PO Maju Makmur sekitar 30 bus. Khusus PO Maju Makmur hanya sedikit yang untuk mudik, karena mayoritas bus untuk trayek AKDP. Sementara untuk mudik minimal bus trayek AKAP,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kisah Dua Pemuda yang Nekat Jual Tempe untuk Bantu Pembangunan Masjid

Ia menyebutkan, khusus di PO Handoyo bahkan seluruh armadanya sudah dipesan untuk mengangkut pemudik dari kalangan santri di Kediri, Jawa Timur.

“Ada 40an bus Handoyo digunakan untuk angkutan mudik santri pondok pesantren di Kediri dengan tujuan Lampung. Kami pikir ini kabar baik, karena bus masih menjadi andalan untuk angkutan mudik di saat bisnis transportasi umum, khususnya bus agak menurun,” ungkapnya. (wid)