Polisi Sita Daging Gelonggongan

    MAGELANG TENGAH– Satuan Reskrim Polres Magelang Kota mengamankan 28,6 kilogram daging sapi yang diduga merupakan daging gelonggongan. Daging disita dari seorang pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Magelang bernama Eko Sulis Swastomo (32) asal Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Boyolali, Kamis (23/5) dini hari lalu.

    Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengatakan, tindakan penyitaan bermula ketika timnya melakukan penyelidikan di Pasar Rejowinangun dan Pasar Gotong Royong pada Rabu (22/5) pukul 23.00 WIB.

    “Sekitar pukul 01.00 WIB kita mendapat informasi di Pasar Gotong Royong ada pedagang sapi dari Boyolali yang menjual dagingnya diduga merupakan daging gelonggongan. Selain itu diduga tidak diperiksakan ulang ke dokter hewan setempat,” katanya, Jumat (24/5).

    Ia menjelaskan, dari informasi tersebut, petugas menindaklanjuti dengan menghampiri lapak pelaku sekitar pukul 01.30 WIB. Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang.

    “Kita amankan barang bukti daging sapi seberat 28,6 kilogram yang diduga telah digelonggong dan diedarkan tanpa didukung SKKD (surat keterangan kesehatan daging). Kita amankan pula satu unit mobil, satu karpet warna hijau, dan selembar nota pembelian daging,” jelasnya.

    Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo menambahkan, pemilik daging disangkakan Pasal 41 dan Pasal 43 Perda Kota Magelang No 6 Tahun 2010 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Ancaman hukuman 6 bulan kurungan atau denda paling banyak Rp50 juta.

    “Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam pengungkapan kasus ini. Maka, kami harap masyarakat dapat terus memberi informasi ke kami terkait peredaran daging sapi gelonggongan menjelang Hari Idul Fitri agar lebih aman,” jelasnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  Layang-layang Raksasa Buatan Tegar Mampu Terbangkan Manusia

    Sementara itu, Kabid Peternakan dan Perikanan Disperpa Kota Magelang, Hadiono mengutarakan, pihaknya memang dihubungi oleh aparat di lapangan untuk mengecek kondisi daging tersebut. Pihaknya lalu mengecek langsung di lapangan untuk mengetahui kadar airnya.

    “Ternyata memang benar daging gelonggongan, karena kadar air yang tinggi. Kami pun sepakat kalau daging ini diamankan. Kami memberi apresiasi kepada polisi yang telah menemukan kasus ini, tentu peredaran daging gelonggongan sangat kami waspadai menjelang Lebaran ini,” ungkapnya. (wid)