Warga dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan

Warga dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan
BANGUN. Warga dibantu anggota Koramil Tretep membangun jembatan sementara, Selasa (23/4).

TRETEP – Warga Desa Donorejo Kecamatan Tretep membangun jembatan darurat, pasca satu-satunya jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan ibu kota Kecamatan Tretep ambruk pada pekan lalu.

Pembuatan jembatan tersebut dilakukan bersama-sama oleh masyarakat setempat dan dibantu anggota Koramil Tretep Kodim 0706 Temanggung. Untuk sementara waktu pembuatan jembatan sementara ini dibuat dengan mengunakan bamboo.

Jembatan sementara ini dibangun setelah Bintara Pembina Desa (Babinsa) berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa setempat untuk membangun jembatan sementara.

“Kami berkoordinasi dengan kepala desa, dan kemudian diambil kesepakatan untuk membangun jembatan sementara dengan mengunakan bamboo,” kata Babinsa Donorejo Serda Mulyono Koramil 07/Tretep Kodim 0706/Temanggung, kemarin.

Ia mengatakan, jembatan sementara ini dibangun sebagai akses masyarakat yang menghubungkang antara Desa Donorejo menuju arah Kecamatan Tretep.

Menurut Serda Mulyono mengatakan bahwa pembuatan jembatan darurat dari bambu tersebut untuk dilalui masyarakat yang akan menyebrangi anak sungai ketika banjir datang.Jika hujan turun arus anak sungai ini sangat deras dan tidak dapat disebrangi masyarakat Desa Donorejo.

“Dengan dibangunnya jembatan sementara ini, masyarakat bisa merasa lebih aman ketika menyebrang di atas sungai sekrinjing,” ujarnya.

Jembatan darurat dari bambu perlu segera dibuat  karena jembatan darurat sangat dibutuhkan warga masyarakat Desa Desa Donorejo untuk melaksanakan aktifitas serta akses masyarakat untuk menjual hasil buminya  menuju pasar tradisional.

“JIka tidak ada jembatan, maka aktivitas warga sangat terganggu, terutama saat akan menjual hasil bumi mereka,” kata Serda Mulyono.

Sebelumnya, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq berjanji akan segera membangun kembali Jembatan Sungai Sekrinjing di Desa Donorojo Kecamatan Tretep, Temanggung yang ambrol diterjang banjir, Senin (8/4) sekitar pukul 13.30.

Selain membangun jembaran darurat, pihaknya berkomitmen segera melakukan pembangunan ulang jembatan pada akhir Mei atau awal Juni 2019 mendatang. Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, guna mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali jembatan tersebut.

“Sudah ada anggaran untuk bisa membangun lagi jembatan pada awal Juni,” beber dia.

Pihaknya mengkalkulasikan, jika jembatan itu harus dibangun ulang, maka membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Sementara saat tahun ini, pemkab baru bisa menyediakan anggaran sebesar Rp 600 juta melalui dana revisi dipa dari kegiatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

“Nantinya pembangunan dilakukan dua tahap, tahun ini setengahnya dulu untuk pembangunan struktur bangunan,” terangnya.

Setelah kontruksi selesai dibangun, pihaknya bakal berupaya menganggarkan setengahhnya kembali untuk membangun piranti lain jembatan agar bisa kembali dimanfaatkan secara normal oleh masyarakat.

“Sebetulnya untuk pembangunan jembatan itu sudah dialokasikan tahun depan, bahkan sudah ada DED-nya, tapi kalau nunggu tahun depan kasihan masyarakat. Karena pemerintah sudah melihat jembatan perlu pembaharuan,” tutur dia.

Sebagai komitmen pemerintah daerah melakukan respons cepat persoalan warganya, pembuatan jembatan sasak kayu segera dilakukan Rabu (10/4) kemarin.

“Minimal dengan jembatan darurat itu, pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki atau ternak bisa melintas, sehingga tidak perlu memutar terlalu jauh. Kalau idealnya hanya perjalanan 1,5 kilometer, saat ini bisa mencapai 4 kilometer dengan jalan rusak,” terang dia.

Pihaknya menugaskan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) membantu jajaran Koramil dan Polsek, Pemeritah Kecamatan Tretep, Pemerintah Desa Donorejo segera membangun jembatan darurat itu. Kegiatan pembangunan juga tentunya melibatkan elemen masyarakat, sukarelawan, Banser dan elemen lain, guna meringankan beban pekerjaan dan mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan sementara segera bisa digunakan.(Set)