Jembatan Ambrol, Akses Dua Kecamatan Lumpuh

    Jembatan Ambrol, Akses Dua Kecamatan Lumpuh
    TINJAU. Petugas BPBD Temanggung melakukan pengecekan di lokasi bencana, kemarin.

    TEMANGGUNG – Lantaran jembatan yang menghubungkan Dusun Gejugan Desa Wates dan Kecamatan Wonoboyo ambrol, akses jalan dari dan menuju ke dua lokasi tersebut menjadi terganggu. Padahal jalan tersebut menjadi satu-satunya akses menuju Kecamatan Wonoboyo dari Desa Wates.

    “Untuk sementara waktu, warga harus ekstra hati-hati saat melintas di atas jembatan tersebut,” pesan PLt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi, Rabu (17/4).

    Ia mengatakan, jembatan tersebut ambrol sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung saat itu tidak ada kendaraan yang melintas di jembatan tersebut, sehingga tidak ada korban jiwa.

    Namun demikian, lanjut Gito, pihaknya tetap akan meminta kepada perangkat desa untuk melakukan pendataan warga setempat. Permintaan pendataan tersebut untuk memastikan tidak ada warga yang menjadi korban.

    “Harapan kami semua warga ada di rumah, tidak ada satupun warga yang menjadi korban dalam kejadian ini,” harapnya.

    Menurutnya, berdasarkan informasi yang digali dari masyarakat, jembatan tersebut ambrol lantaran di lokasi tersebut saat iini sedang dilakukan perbaikan gorong-gorong. Perbaikan tersebut bersingungan langsung terhadap jembatan.

    “Akibatnya, jembatan itu tidak mampu menahan beratnya beban,” terangnya.

    Selain karena sebab tersebut, ambrolnya jembatan itu karena getaran kendaraan yang sering melintas di atasnya. Hampir setiap hari jembatan tersebut dilalui kendaraan berukuran besar dan bermuatan.

    Untuk sementara ini, lanjut Gito, pihaknya besama masyarakat sudah langsung memasang rambu-rambu keamanan. Selain itu juga sudah berusaha memberikan pembatas jalan, sehingga diharapkan tidak ada kendaraan yang terjebak di jembatan tersebut.

    “Untuk sementara ini baru kami pasangi bambu dan peralatan lainnya,” katanya.

    Selain melakukan upaya tersebut, pihaknya juga berharap pembangunan gorong-gorong bisa segera diselesaikan, sehingga bisa kembali dilewati.

    “Jika dibongkar seluruhnya, proses pembangunannya kembali akan lebih cepat,” katanya. (set)