Tradisi Srombong Gobang Sambut Ramadan

Srombong Gobang
TRADISI. Warga Desa Trilir Kecamatan Tlogomulyo menggelar tradisi Srombong Gobang, Jumat (12/4).

//Warga Desa Trilir Inginkan Keberkahan//

Berbagai macam tradisi dilakukan warga di Kabupaten Temanggung, terutama saat menjelang bulan Suci Ramadan. Termasuk tradisi Srombong Gobang yang digelar oleh masyarakat di lereng Gunung Sumbing tepatnya di Desa Trilir Kecamatan Tlogomulyo.

SETYO WUWUH, Tlogomulyo

Semangat petani tembakau di Desa Trilir Kecamatan Tlogomulyo tak pernah surut, meskipun selama beberapa tahun terakhir ini nilai jual tembakau tidak seperti harapan petani. Namun mereka tetap mempertahankan tembakau sebagai tulang punggung perekonomiannya.

Bagi petani yang hidup di daerah di atas ketinggian 1.300 mdpl ini, tembakau menjadi salah satu tanaman penopang perekonomian keluarga yang sudah mendarah daging. Sehingga bagaimanapun juga petani di desa ini akan terus mempertahankan warisan dari nenek moyangnya itu.

Apalagi saat ini, musim tanam tembakau hampir bersamaan dengan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Bagi mereka bulan suci Ramadan menjadi bulan yang sangat sakral. Kedatangannya selalu diharapkan dan dinanti-nanti.

“Sangat kebetulan sekali, musim tanam kali ini bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadan jadi tradisinya kita jadikan satu,” terang Kepala Desa Trilir, kemarin.

Ia mengatakan tradisi jamasan Srobong Gobang adalah tradisi membersihan alat pertanian tembakau menggunakan air kembang sebelum dipergunakan untuk mengolah lahan.

“Tujuan jamasan adalah peralatan yang dipergunakan dapat tajam, dan tidak menimbulkan malapetaka bagi petani yang menggunakannya. Kedepan saat dipergunakan merajang tembakau hasilnya sesuai,” katanya.

Dia berharap pengolahan lahan yang dimulai akhir April berjalan sesuai  harapan petani. Pengolahan itu yakni mencangkul lahan untuk kemudian diberi pupuk organik dan pembenihan.

Pada ritual tersebut, petani membawa gunungan hasil bumi dan alat-alat pertanian menuju ke komplek makam Kiai Tilir yang merupakan makam leluhur. Sebagian warga lainnya membawa nasi tumpeng dan ingkung ayam jawa berikut buah dan jajan pasar. Makam ini berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman.

Sesampai di makam mereka memanjatkan doa dan berharap Tuhan mengampuni dosa-dosa para leluhur, serta meminta diberi kemudahan dalam mendapatkan rizki. Hasil tembakau tahun ini melimpah dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Setelah berdoa warga lantas memakan gunungan bersama.

Triyanto menambahkan pabrikan rokok pada tahun ini diharapkan dapat membeli tembakau olahan petani dengan harga tinggi dan dalam jumlah banyak. Sehingga petani dapat meningkat kesejahteraanya.

“Bagi masyarakat lereng Sumbing-Sindoro, tanam tembakau merupakan andalan sebab menjadi mata pencaharian utama warga, maka itu warga akan bereaksi jika tembakau diusik.Warga sangat berharap tembakau tahun ini hasilnya baik,” katanya.

sementara itu Ahmad salah satu warga berharap, tanam tembakau kali inibisa lebih baik dari tahun sebelumnya, sehingga hasilnya juga bisa lebih baik.

“Bulannya sangat baik, barengan dengan bulan puasa. Semoga saja hasil tembakau tahun ini lebih, cuacanya mendukung sehingga harganya juga lebih baik,” harapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here