Pemancing Temukan Mayat Mengapung

    Pemancing Temukan Mayat Mengapung
    EVAKUASI. Aparat kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap sosok mayat perempuan yang ditemukan mengapung di Bendung Kalisemo Desa Mudalrejo, Loano, kemarin pagi.

    PURWOREJO – Sosok mayat tanpa identitas ditemukan dua orang pemancing di Bendung Kalisemo Sungai Kodil Dusun Pacalan Desa Mudalrejo Loano, Senin (8/4) pagi. Kejadian tersebut sontak membuat warga setempat gempar.

    Dua pemancing yang menemukan mayat tersebut adalah Iswanto dan Zanuar yang merupakan warga setempat. Belakangan diketahui, mayat berjenis kelamin perempuan tersebut bernama Lasinah warga Desa Krasak Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

    Kepala Desa Mudalrejo Hartono mengungkapkan, diduga perempuan penyandang gangguan jiwa itu terpeleset dan tenggelam di perairan itu. “Penemuan sekitar jam 06.30, tubuh korban tersangkut batuan sungai di hilir bendung,” terangnya.

    Penemuan itu dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan ke Mapolsek Loano. Polisi datang ke lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan jasad dibantu warga. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Maron.

    Kapolsek Loano AKP Karnoto menuturkan, tim Inafis Polres Purworejo diterjunkan mengidentifikasi korban. Berdasar sidik jari KTP elektronik, diketahui korban adalah Lasinah, perempuan usia 51 tahun, penduduk Salaman Magelang. Jasad korban kemudian disimpan di kamar mayat RSUD Dr Tjitrowardoyo Purworejo.

    “Sementara itu kami juga menghubungi Polsek Salaman dan diteruskan kepada keluarga korban di Desa Krasak. Perangkat desa dan keluarga sudah membawa korban untuk dimakamkan serta dari mereka kami mendapat informasi jika almarhumah menyandang gangguan jiwa,” terangnya.

    Sementara itu, saksi Iswanto (23) mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula saat ia bersama rekannya memancing di Bendung Kalisemo. Tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan adanya benda seperti mayat manusia di tengah sungai.

    “Saat itu juga kami dekati dan ternyata benar mayat perempuan dengan rambut terurai panjang. Kami tidak berani mengevakuasi. Kemudian temuan ini kami sampaikan kepada pemerintah desa lalu diteruskan ke Polsek Loano,” katanya. (luk)