//Disperindag Melakukan Pembinaan Secara Berkala//

MAGELANG SELATAN – Ketertiban dan kenyamanan para pengunjung menjadi atensi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang saat memberikan pembinaan kepada perwakilan pedagang kaki lima (PKL) yang telah menikmati program relokasi, Senin (8/4). Untuk diketahui sekitar 2.000 PKL kini telah mendapatkan fasilitas relokasi berupa shelter yang nyaman dan tersebar di semua kecamatan di Kota Magelang.

Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kota Magelang Vivi Eri Setyowati menjelaskan pembinaan ini rutin diberikan guna meningkatkan ketertiban, kebersihan dan keamanan lingkungan shelter PKL dan sekitarnya. Setidaknya ada 50 orang PKL yang hadir pada kegiatan tersebut. ”Kami berikan pembinaan ini agar PKL tambah wawasan tentang hygiene, sanitasi dan paham tugas yang dilakukan oleh Satpol PP untuk penertiban,” kata Vivi, di sela-sela kegiatan di aula Disperindag Kota Magelang.

Pembinaan menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang memberikan materi tentang ketertiban umum dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang tentang kebersihan makanan dan lingkungan.

Vivi menyebutkan, fokus pembinaan diberikan kepada PKL yang menempati shelter Sigaluh, shelter Sejuta Bunga, dan shelter Lembah Tidar. Khusus di shelter Sejuta Bunga, pihaknya juga melakukan penataan ulang. ”Tadi dilanjutkan dengan penataan ulang kuliner Sejuta Bunga. Di sana ada 5 shelter yang kosong kita isi dari PKL sebelahnya,” ucapnya.

Setelah pembinaan dan penataan ini, pihaknya berharap ada pihak swasta yang memberikan bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) berupa banner lebih rapi dan seragam. ”Kita rutin melakukan ini (pembinaan) dengan harapan dapat terjalin komunikasi antara paguyuban pedagang dengan pemerintah. Demikian halnya dengan antarpedagang itu sendiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, fasilitas dari Pemkot Magelang, tidak cukup hanya dengan pembinaan rutin saja. Lebih dari itu, pemerintah telah menciptakan tanda daftar usaha (TDU) kepada semua PKL yang telah menempati kawasan shelter. ”Praktis mereka sekarang diakui oleh pemerintah. PKL kini tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi menjadi profesi dan bisnis yang sangat menguntungkan,” pungkasnya. (wid)