Bantu Korban Terdampak Longsor, Kodim Turunkan Satu Peleton

Bantu Korban Terdampak Longsor
KERJA BAKTI. Satu peleton personel Kodim Magelang dikerahkan ke Giritengah, guna penanganan dampak bencana tanah longsor.

BOROBUDUR – Danramil 19/Borobudur Kapten Arm Sutikno, S.H memimpin kegiatan kerjabakti penanganan tanah longsor di Dusun Secang Desa Giritengah Kecamatan Borobudur, Sabtu – Minggu (6 – 7/4).

Seperti diberitakan sebelumnya longsor kembali terjadi di wilayah Borobudur tepatnya di Secang Desa Giritengah, Miriombo Desa Giripurno dan Ngargosari Desa Ngargogondo. Selain longsor, di Desa Karanganyar dan Giritengah juga terjadi angin kencang yang merusak beberapa atap rumah warga.

Untuk membantu menangani dampak bencana, Kodim 0705/Magelang menerjunkan 1 peleton prajuritnya untuk menangani dampak bencana.

Dusun Secang, seolah menjadi langganan longsor apabila terjadi hujan. Hingga saat ini setidaknya sudah empat kali terjadi tanah longsor di lokasi yang sama. Jumat malam (5/4),  ketika hujan mengguyur hampir sebagian besar wilayah Magelang, di wilayah Borobudur kemabali terjadi bencana.

Kali ini tanah longsor dan angin kencang merusak beberapa rumah di wilayah Desa Karanganyar dan Giritengah. Puluhan rumah rusak bagian atap di kedua desa tersebut.

Longsor di Dusun Secang Desa Giritengah menimpa rumah yang dihuni oleh Muhyidin. Untuk menangani bencana tersebut, Koramil, BPBD, OPRB, aparat pemerintahan dan warga menggelar kerja bakti menberaihkan longsoran yang menimpa rumah Muhyidin.

Dengan menggunakan peralatan ganset air, angkong,  cangkul, sabit dan selang besar aparat Koramil bersama masyarakat bahu membahu menyingkirkan material tanah.

Kapten Arm Sutikno menuturkan, sudah menjadi tugas TNI untuk membantu apabila ada wara yang mengalami musibah atau bencana. Ia juga mengatakan akan menurunkan personel dengan jumlah yang lebih banyak untuk menangani bencana di wilayah Borobudur.

Selain itu, Kapten Sutikno juga mengajak warga agar selalu waspada dan selalu siap apa bila bencana datan sewaktu-waktu. Kewaspadaan menjadi sangat penting dalam menghadapi bencana.

“Hal itu dimaksudkan untuk bisa mengurangi resiko timbulnya korban akibat bencana. Dengan melaporkan kepada aparat atau perangkat desa, apabila ada potensi tanda-tanda tanah longsor, agar bisa segera diambil tindakan evakuasu,” papar Kapten Sutikno.

Warga Dusun Secang, Sukijo Mawardi (64),  yang turut kerja bakti berbaur dengan warha lain menuturkan kebersamaan dalam kegiatan gotong royong merupakan tradisi yang masih dilaksanakan oleh warga setempat. Seluruh warga sudah sepakat dikala senang dirasakan bersama dan dikala susah juga ditanggung bersama.

Sukijo menambahkan, sudah keempat kalinya warga bersama TNI, OPRB, BPDB gotong royong menangani dampak bencana di lokasi yang sama.

“Sudah keempat kalinya, warga bersama Koramil bekerja di lokasi bencana Secang ini,” ujar Sukijo.(cha)