Banyak Lubang, Jalan Nasional Rawan Kecelakaan

    Banyak Berlubang, Jalan Nasional Rawan Kecelakaan
    PENAMBALAN. Tim penanganan PJN melakukan penambalan di ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Kecamatan Purwodadi hingga Bagelen, kemarin.

    //PJN Kerahkan 3 Tim Penanganan//

    PURWOREJO– Sejumlah titik di ruas jalan nasional di Kabupaten Purworejo mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir. Kondisi aspal yang mengelupas atau berlubang menjadikan rawan kecelakan lalu lintas (Laka Lantas).

    Beberapa ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup parah berada di wilayah Kecamatan Purwodadi dan Bagelen hingga perbatasan Jogjakarta. Pengendara yang melintasi ruas jalan itu harus ekstra hati-hati.

    “Memang sejak ada hujan deras, sekitar sebulan ini lubang yang tadinya kecil jadi lebar dan membahayakan pengendara,” kata Budi Utomo (70), warga Desa Bagelen yang rumahnya berada di pinggir jalan sekitar Taman Parkir Pesarean Bagelen, Jumat (29/3).

    Menurut Budi, kubangan jalan yang cukup dalam dan lebar kerap memicu insiden kecelakaan sepeda motor, khususnya saat malam hari dan kondisi hujan. Karena itu, warga berinisiatif untuk memasang rambu atau penanda hati-hati dengan sarana seadanya.

    “Sering sekali, kalau lima kali lebih sepeda motor jatuh di sini. Hari ini katanya mulai ditambali sama petugas, mudah-mudahan segera selesai,” ujarnya.

    Sementara itu, Ya’foor Sulaiman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wangon, Kebumen, dan Purworejo pada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Jawa Tengah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah kerusakan ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Purworejo. Kerusakan paling parah berada di wilayah Bagelen hingga Karangnongko (Perbatasan DIY) dengan kondisi berlubang dan aspal mengelupas.

    Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh tingginya curah hujan sejak bulan Desember 2018 lalu hingga terjadinya banjir di wilayah Purwodadi dan Bagelen. Namun demikian, pihaknya menyatakan bahwa telah mulai melakukan penanganan sementara berupa penambalan. Petugas penanganan yang semula hanya satu tim, kini ditambah menjadi 3 tim. Tidak hanya untuk wilayah Purwodadi dan Begelen, mereka juga dikerahkan di wilayah barat, sampai perbatasan Kebumen.

    Artikel Menarik Lainnya :  Heboh, Kambing Berkaki Tiga di Purworejo

    “Sebenarnya hampir tiap hari kami kerja, tapi mungkin memang kalah cepat dengan hujan ya. Kami tetap berusaha untuk menjaga jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” sebutnya.

    Diungkapkan, sejumlah ruas jalan nasional tersebut telah cukup lama tidak dilakukan penanganan secara permanen. Selain tingginya curah hujan, banyaknya kendaraan truk bermuatan berat yang melintasi wilayah tersebut dalam setahun terakhir menjadi pemicu kerusakan.

    “Sebenarnya kami, Binamarga sudah memprogramkan untuk penanganan permanen mulai tahun 2018, tapi belum bisa terlaksana. Jadi yang bisa kita lakukan hanya pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang,” ungkapnya.

    Saat ini proses lelang untuk proyek penanganan permanen sudah memasuki tahap akhir. Menunggu pememang lelang. Diharapkan, pada April 2019 ini dapat dilakukan tanda tangan kontrak kerja dan segera memulai pekerjaan.

    “Untuk Bagelen itu sudah kami programkan betonisasi, ada sepanjang 2,1 kilometer. Perkiraan kami, insya-Allah April ini bisa tanda tangan kontrak,” jelasnya. (top)