Gedung MTQ Hancur, Santri Diliburkan

    Gedung MTQ Hancur, Santri Diliburkan
    HANCUR. Gedung MTQ di Dusun Ngroto Desa Pager Gunung Hancur tersapu puting beliung, kemarin.

    TEMANGGUNG – Angin puting beliung menyapu Gedung MTQ di Dusun Ngroto Desa Pager Gunung, Selasa (26/3). Ratusan santri terpaksa diliburkan untuk sementara waktu.

    Sementara kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp35 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian.

    Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Gito Walngadi mengatakan, untuk sementara waktu kegiatan belajar keagamaan di MTQ diliburkan, karena pihak desa belum menentukan tempat baru untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

    Sedangkan kondisi bangunan gedung berukuran 10×8 meter itu, sebagian tembok bangunannya roboh dan bagian atapnya hilang.

    “Rusak parah, bangunan sudah tidak bisa ditempati lagi. Kemungkinan karena faktor usia bangunan juga yang menyebabkan bangunan ini rusak parah saat angin puting beliung terjadi,” terangnya.

    Menurutnya, angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 13.00 wib hanya terjadi sekitar 2 sampai 3 menit saja, namun bangunan tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah.

    Beruntung saat bencana alam tersebut terjadi, sedang tidak ada aktivitas belajar mengajar di dalamnya, sehingga tidak satupun santri maupun warga setempat menjadi korban.

    “Angin terjadi sangat cepat sekali, setelah itu hujan deras mengguyur. Beruntung saja para santri belum datang untuk mengaji,” katanya.

    Pasca bencana tersebut, kemudian warga bersama-sama tim SAR BPBD anggota TNI dan Polri langsung bergotong royong membersihkan material yang rusak. Namun meskipun sudah lakukan penanganan awal gedung tersebut masih belum bisa ditempati.

    “Kami sudah melakukan asesment, dan memberikan bantuan logistik,” terangnya.

    Untuk bantuan berupa material bangunan, pihak BPBD tetap akan mengupayakan, sehingga kedepan MTQ bisa kembali berdiri dan berfungsi seperti sedia kala.

    “Untuk sementara bantuan berupa material bangunan memang belum bisa diberikan, tapi kami tetap akan mengupayakan dan mengajukan kepada pemerintah kabupaten,” tandasnya. (set)

    Artikel Menarik Lainnya :  Heboh, Kambing Berkaki Tiga di Purworejo