Tak Nyaleg, Tjatur Masih Getol Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
SOSIALISASI. Anggota MPR DPR RI, Tjatur Sapto Edy masih rajin memberika sosialisasi 4 pilar kebangsaan, seperti yang dilakukannya di Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan, belum lama ini.

MAGELANG SELATAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Tjatur Sapto Edy memastikan dirinya tidak akan mencalonkan lagi sebagai anggota legislatif. Wakil rakyat yang berasal dari Kota Magelang itu memutuskan mencalonkan sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Maluku Utara.

Hal itu terungkap saat Tjatur kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di hadapan puluhan warga Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan, belum lama ini. Pria yang semula merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak banyak bicara soal rencana dirinya mencalonkan sebagai anggota DPD Maluku Utara.

”Saya pribadi bangga ketemu dengan panjenengan semua warga Kota Magelang. Saya mohon doa restu mencalonkan sebagai Anggota DPD di Maluku Utara. Tapi walaupun saya pindah jauh, jika saya berhasil, saya tidak akan meninggalkan warga di daerah pemilihan (Dapil) ini,” katanya.

Perhatian dirinya terhadap warga di eks-Karesidenan Kedu tak cuma ucapan semata. Pasalnya, Tjatur merupakan legislator yang paling getol menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan selama ini. Tidak hanya itu, Tjatur sering pula membuka dialog dengan masyarakat yang ada di Purworejo, Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung.

”Saya tidak berkampanye ini. Karena jelas sudah pindah Dapil. Ini sebagai wujud tanggung jawab dan pelaksanaan tugas saya sebagai Anggota DPR/MPR meskipun di detik-detik terakhir,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tjatur menyampaikan bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus disosialisasikan kepada masyarakat mengingat poin pentingnya dan makna keempat hal tersebut.

”Empat Pilar Kebangsaan merupakan landasan persatuan dan kesatuan bangsa serta nilai-nilai luhur bangsa harus diperjuangkan. Bangsa Indonesia yang aman, tenteram, dan maju dapat terwujud melalui kesadaran masyarakat akan arti berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Anggota DPR yang berasal dari Magelang ini juga mengatakan bangsa Indonesia harus bangga karena memiliki beraneka macam suku dan budaya serta kekayaan alam yang sangat melimpah. Meski pluraris, namun masyarakat Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan kebhinekaan.

”Termasuk di Tidar Selatan ini, dari kecil saya sudah tahu di sini kaya sumber daya alamnya. Masyarakatnya juga santun, sehingga saya yakin semangat toleransi dan semangat bersatunya tinggi,” paparnya.

Menurut dia, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan penting dilakukan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui hak dan kewajibanya sebagai warga Negara. Kesatuan dan persatuan bangsa, katanya, harus dijaga jangan sampai nilai-nilai dan jati diri bangsa terkikis dengan masuknya budaya luar.

”Sosialisasi 4 Pilar berbeda dengan kegiatan politis. Ini menjadi hak warga negara mendapatkan sosialisasi semacam ini, agar masyarakat mampu memupuk semangat persatuan dan kesatuan, juga rasa patriotik terhadap bangsa,” tandasnya. (adv)