Sapi Bakal Dijadikan Alat Transportasi Tradisional, Sedot Wisatawan
TERNAK. Bupati Magelang Zaenal Arifin saat kegiatan kontes ternak piala Bupati Cup 2019, dimana Magelang kaya akan potensi ternak unggulan.

MUNTILAN – Para petani ternak di Kabupaten Magelang telah bekerja dengan cinta, terutama dalam mengembangkan ternak-ternak yang dimilikinya. Demikian ditandaskan Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

Hal tersebut terbukti dalam ajang kontes ternak piala Bupati Cup 2019, di Pasar Hewan Muntilan, Kabupaten Magelang, Selasa (19/3), yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang.

Menurut Zaenal, hal tersebut akan menjadi tantangan Dispeterikan Kabupaten Magelang untuk bisa menghadirkan ternak-ternak baik kambing maupun sapi yang hebat di Kabupaten Magelang.

“Hal ini juga bisa dikembangkan pada sektor wisata. Kita tahu Kabupaten Magelang memiliki Candi Borobudur, yang mana nantinya sapi-sapi yang berukuran besar ini bisa dijadikan alat transportasi tradisional dan memiliki nilai jual tersendiri bagi para wisatawan,” ungkap Zaenal.

Kepala Dinas Peterikan Kabupaten Magelang, Sri Hartini, mengatakan bahwa, lomba kontes ternak Piala Bupati Cup 2019 tersebut diselenggarakan untuk memperingati HUT Kota Mungkid ke-35.

“Tujuan kontes ini adalah merupakan salah satu metode pembinaan kepada peternak agar peternak bisa menghasilkan ternak-ternak yang unggul, kemudian juga bisa untuk melestarikan genetik ternak yang ada di Kabupaten Magelang,” ucap Sri Hartini.

Sri Hartini mengatakan, untuk ternak di Kabupaten Magelang yang sudah diakui oleh Kementerian Pertanian adalah Itik Magelang (itik kalung). Sedangkan yang sedang diusulkan di Kementerian Pertanian saat ini yaitu ternak Kambing Jawa Randu yang merupakan khas dari Borobudur.

“Jadi saat ini kita sedang mengidentifikasi ternak-ternak khas dari Kabupaten Magelang, sehingga nanti bisa menjadi rujukan pengembangan perbaikan genetik ternak lain di seluruh Indonesia,” kata Hartini.

Untuk kambing Jawa Randu khas Borobudur diikuti 12 ekor saja, yang dikarenakan populasinya masih belum begitu banyak. Kemudian Kambing PE (Peranakan Etawa) ada 200 ekor, yang datang dari Kabupaten Magelang maupun dari Yogyakarta.

Artikel Menarik Lainnya :  Layang-layang Raksasa Buatan Tegar Mampu Terbangkan Manusia

Adapun hewan ternak yang akan dilombakan pada kesempatan kali ini meliputi, sapi potong sejumlah 48 ekor, yang terdiri dari induk 28 ekor, dara 5 ekor, dan pedet sebanyak 13 ekor. Kemudian sapi perah sebanyak 40 ekor, yang terdiri dari 22 ekor induk, 5 ekor dara, dan 13 pedet.

“Untuk penilaian Kambing PE ini dilakukan oleh Perkanas (Perkumpulan Peternak Kambing Kali Gesing Nasional). Adapun proses penjurian akan dilakukan oleh perguruan tinggi Universitas Diponegoro, Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Dispeterikan Kabupaten Magelang,” terang Hartini.

Untuk diketahui, lanjut Hartini, bahwa populasi sapi di Kabupaten Magelang saat ini mencapai 79.000 ekor lebih, kambing mencapai 84.000 ekor, domba 84.000 ekor, sedangkan kerbau mencapai 6000 ekor.

“Total hadiah pada lomba kontes ternak Piala Bupati Cup kali ini sebanyak Rp 156 juta. Harapan kami, lomba kontes ternak ini dapat terus berkelanjutan rutin setiap tahunnya, bahkan bisa lingkup lebih besar lagi mungkin se-Karesidenan Kedu,” tandas Hartini.(cha)